RADAR SURABAYA – Pemandangan pengendara motor memakai jaket tebal saat cuaca panas sudah menjadi hal biasa di jalanan Indonesia. Banyak pengendara juga tetap mengenakan sarung tangan dan masker saat berkendara di siang hari. Kondisi tersebut sering terlihat terutama di kawasan perkotaan yang padat kendaraan.
Bagi sebagian orang, kebiasaan itu mungkin terlihat aneh dan membingungkan. Logikanya, memakai pakaian tebal saat cuaca panas justru membuat tubuh semakin gerah. Karena itu, tidak sedikit orang bertanya mengapa pengendara tetap memilih memakai jaket.
Namun ternyata, kebiasaan tersebut memiliki alasan kesehatan dan kenyamanan yang cukup masuk akal. Mengenakan jaket saat berkendara bukan sekadar urusan gaya atau penampilan. Penggunaan jaket justru menjadi bentuk perlindungan tubuh dari panas dan sinar matahari langsung.
Baca Juga: Tidak Ingin Kulit Kusam dan Penuaan Dini, Hindari 7 Makanan Ini
Secara ilmiah, kulit yang terkena paparan sinar matahari secara langsung akan lebih mudah menyerap radiasi ultraviolet (UV) dan inframerah. Akibatnya, kulit bisa terasa perih seperti terbakar saat berkendara di bawah terik matahari. Risiko iritasi kulit juga meningkat jika paparan terjadi dalam waktu lama.
Jaket berfungsi sebagai lapisan pelindung yang membantu mengurangi kontak langsung antara kulit dan sinar matahari. Karena itu, banyak pengendara justru merasa lebih nyaman menggunakan jaket dibanding membiarkan kulit terbuka. Penggunaan jaket juga membantu menjaga kulit agar tidak cepat kering.
Baca Juga: Jadi Skincare Wajib, Inilah Sejarah Sunscreen yang Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Kuno
Selain paparan matahari, pengendara motor juga harus menghadapi angin panas di jalan raya. Angin siang hari di kawasan perkotaan umumnya bersifat kering dan membawa hawa panas. Kondisi tersebut membuat kulit lebih mudah terasa perih dan tidak nyaman.
Penggunaan jaket membantu menahan paparan angin panas tersebut saat berkendara. Tubuh pun terasa lebih terlindungi, terutama saat menempuh perjalanan jauh. Karena itu, banyak pengendara memilih tetap memakai jaket meski cuaca sedang panas.
Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit juga menjadi alasan lain penggunaan jaket saat berkendara. Paparan sinar UV berlebihan diketahui berkaitan dengan penuaan dini hingga risiko kanker kulit. Karena itu, perlindungan terhadap kulit kini semakin diperhatikan masyarakat.
Baca Juga: Kulit Nanas Tak Perlu Dibuang, Bisa Disulap Jadi Tepache Minuman Probiotik
Selain memakai sunscreen, jaket dianggap menjadi proteksi fisik sederhana yang cukup efektif. Cara tersebut dinilai mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya besar. Penggunaan jaket juga membantu mengurangi paparan debu dan polusi di jalanan.
Jadi, jika melihat seseorang memakai jaket tebal saat cuaca panas, tidak perlu heran lagi. Mereka bukan sedang kedinginan saat berkendara di bawah terik matahari. Mereka hanya sedang melindungi tubuh dari panas dan paparan sinar matahari langsung. (nor/fir)