Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Desainer Sampang Terinspirasi Terumbu Karang, Tampilkan Busana Muslim Peduli Lingkungan

Andy Satria • Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB


Mahdiyah Afra, desainer asal Sumenep, menampilkan karyanya yang terinspirasi oleh terumbu karang, dalam Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 di Ciputra World Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Mahdiyah Afra, desainer asal Sumenep, menampilkan karyanya yang terinspirasi oleh terumbu karang, dalam Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 di Ciputra World Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
 

RADAR SURABAYA -- Isu lingkungan menjadi inspirasi dalam gelaran Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 di Ciputra World Surabaya. Desainer asal Sumenep, Madura, Mahdiyah Afra, menghadirkan koleksi busana muslim bertema terumbu karang yang memadukan unsur fesyen dengan kepedulian terhadap ekosistem laut.

Koleksi tersebut diberi tajuk Dive Into Symmetry. Mahdiyah mengaku, desain yang ditampilkan lahir dari imajinasinya tentang keindahan terumbu karang yang selama ini belum pernah ia lihat secara langsung.

Baca Juga: Petakan Sumber Pencemaran Sampah Plastik, Panen Sampah di Kali Tebu Surabaya

“Koleksi busana karya saya ini terinspirasi oleh imajinasi saya tentang terumbu karang,” ujar Mahdiyah Afra saat ditemui di sela acara SSFF 2026 akhir pekan lalu.

Menurut dia, terumbu karang merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang harus dijaga keberadaannya. Selain menjadi tempat hidup berbagai biota laut, terumbu karang saat ini menghadapi ancaman kerusakan akibat perubahan iklim hingga aktivitas manusia.

“Saya memilih terumbu karang sebagai tema busana saya, karena saat ini sedang marak isu global tentang terumbu karang yang merupakan salah satu bagian lingkungan yang harus dijaga,” katanya.

Mahdiyah menambahkan, kerusakan terumbu karang tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga perilaku manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan laut. “Selain dari perubahan iklim, kerusakan terumbu karang juga bisa dilakukan oleh ulah manusia,” imbuhnya.

Baca Juga: Miris! Dikira Kerasukan, Bocah 11 Tahun di Rokan Hulu Justru Tewas Diduga Dianiaya saat Ritual Pengobatan Mistis

Dalam koleksi terbarunya itu, Mahdiyah menggunakan bahan katun agar nyaman dikenakan di tengah cuaca panas. Material tersebut dipilih karena mampu menyerap keringat dan memberikan kenyamanan bagi pengguna.

“Saya menggunakan bahan katun agar bisa menyerap keringat dan tidak terlalu panas. Karena kondisi cuaca saat ini sedang panas, sehingga bisa membuat nyaman penggunanya,” jelasnya.

Sementara itu, pemilihan warna navy, putih, cokelat, dan krem menjadi representasi visual dari warna-warna alami terumbu karang di laut. “Saya menggunakan warna-warna yang mewakili warna-warna dari terumbu karang itu sendiri,” tuturnya.

Mahdiyah mengungkapkan, proses pembuatan koleksi tersebut memakan waktu sekitar satu bulan. Namun, tantangan terbesar justru terletak pada proses pencarian ide dan konsep desain.

“Proses pembuatan busananya cukup singkat, kira-kira satu bulan. Yang lama itu menentukan ide,” pungkasnya. (sam) 

Editor : Lambertus Hurek
#desainer sampang #fashio show #SSFF 2026 #busana muslim #terumbu karang