Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Padukan Sajian Timur Tengah dengan Sentuhan Nusantara, Gugah Selera Warga Surabaya

Andy Satria • Senin, 11 Mei 2026 | 13:29 WIB
Raedah Inara Yusuf (kiri) dan Syadzwina Zatalini menikmati sajian kreasi nasi kebuli yang disajikan dengan gaya Nusantara di Hamra Cafe dan Resto Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Raedah Inara Yusuf (kiri) dan Syadzwina Zatalini menikmati sajian kreasi nasi kebuli yang disajikan dengan gaya Nusantara di Hamra Cafe dan Resto Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Kreasi kuliner khas Timur Tengah terus berkembang mengikuti selera masyarakat Indonesia. Salah satunya hadir melalui sajian tumpeng kebuli di Hamra Cafe dan Resto Surabaya yang menawarkan paduan nasi kebuli dengan konsep khas Nusantara.

Jika biasanya tumpeng identik dengan nasi kuning, kali ini disajikan nasi kebuli dalam bentuk tumpeng lengkap dengan aneka lauk khas Timur Tengah. Menu tersebut menjadi salah satu kreasi restoran yang berada di Jalan Ambengan, Surabaya, itu.

Baca Juga: Pendaki yang Jadi Korban Erupsi Gunung Dukono Ternyata Masuk Secara Ilegal, Pendakian Sudah Ditutup Sejak 17 April

Salah satu founder Hamra Cafe dan Resto, Syadzwina Zatalini Yusuf mengatakan, konsep tumpeng kebuli sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung. “Kalau biasanya tumpeng itu nasi kuning, di sini tumpeng kebuli. Berbeda dari lainnya,” ujarnya, Senin (11/5).

Dalam satu loyang besar, tumpeng kebuli disajikan dengan aneka lauk pendamping seperti ayam bumbu merah, irisan ayam rempah khas Timur Tengah, hingga potongan daging kambing bertekstur empuk. Satu porsi tumpeng kebuli ini dapat dinikmati sekitar enam hingga delapan orang.

Aroma rempah yang kuat menjadi daya tarik utama menu tersebut. Namun, pihak restoran memastikan cita rasanya tetap ramah di lidah masyarakat Indonesia.

Syadzwina menjelaskan, proses memasak daging dilakukan cukup lama agar menghasilkan tekstur lembut. Bahkan, potongan daging kambing dapat dipisahkan hanya menggunakan sendok.

“Saat di dalam mulut daging terasa meleleh. Tidak ada yang terselip di gigi sama sekali,” lanjutnya.

Baca Juga: Tak Harus 10 Ribu, Jalan Kaki 5.000 Langkah Sehari Tetap Sehatkan Tubuh

Founder lainnya, Shalya Fyanola Yusuf menambahkan, bumbu yang digunakan telah disesuaikan dengan selera lokal. Dengan begitu, pengunjung yang belum terbiasa dengan makanan Timur Tengah tetap dapat menikmati sajian tersebut.

“Bumbunya kami sesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Jadi kami rasa masih masuk di lidah masyarakat sini,” katanya. (sam)

Editor : Lambertus Hurek
#makanan arab #tumpeng kebuli #hamra cafe #kuliner timur tengah #kuliner surabaya