Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tren Jual-Beli Barang Branded di Surabaya Kian Meningkat

Nurista Purnamasari • Senin, 11 Mei 2026 | 13:28 WIB
GAYA HIDUP:Tren jual beli barang branded mewah di Surabaya cukup besar sebanding dengan tingginya kalangan kelas atas di kota ini. (ISTIMEWA)
GAYA HIDUP: Tren jual beli barang branded mewah di Surabaya cukup besar sebanding dengan tingginya kalangan kelas atas di kota ini. (ISTIMEWA)
RADAR SURABAYA - Surabaya semakin menegaskan posisinya sebagai pusat perdagangan barang branded di Indonesia. Warga yang menyimpan tas Hermès lawas, jam tangan Rolex, atau perhiasan Cartier kini punya akses lebih mudah untuk menjual koleksi mereka. 
Ya, selain untuk melengkapi penampilan mereka, barang-barang bermerk atau branded mewah memang menjadi hobi bagi kalangan tertentu. 
Mereka suka mengoleksi jenis barang tertentu atau merek tertentu. Selain itu, barang-barang branded tersebut juga menjadi sarana investasi. 
Baca Juga: Tren Baru di Dunia Fashion! Chanel Perkenalkan Barefoot Sandal, Hanya Tutupi Bagian Tumit
Seperti yang dilakukan oleh Chika, 36, pebisnis sekaligus pemengaruh ini memang menyukai barang-barang branded
Dia memang mengoleksi puluhan barang branded, seperti tas, sepatu, perhiasan, jam tangan, hingga aksesoris dan pakaian.
Dalam jual beli barang branded bekas, pemeriksaan dilakukan oleh ahlinya untuk memastikan keaslian dan kondisi barang. (ISTIMEWA)
Dalam jual beli barang branded bekas, pemeriksaan dilakukan oleh ahlinya untuk memastikan keaslian dan kondisi barang. (ISTIMEWA)
 Karena kerap mengikuti tren dan gampang bosan, banyak barang-barang branded-nya yang jarang atau bahkan tidak pernah dia pakai. 

Baca Juga: Satpam Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Pos Sukomanunggal Jaya Surabaya

“Akhirnya numpuk, nganggur, sayangkan, pemeliharaannya juga ribet, makan tempat. Akhirnya barang-barang lama atau yang udah bosen dipakai aku jual lagi. Lumayan dari pada numpuk bisa jadi uang, bisa beli barang baru yang diinginkan,” tuturnya.

Perusahaan Jasa Jual Putus Diminati untuk Hindari Penipuan

Namun, pengalamannya menjual barang branded dia pernah tertipu. Barangnya dibawa lari dan uang penjualan tak kunjung dikirim. 
“Saya pernah beberapa kali, ngakunya emang jual beli barang branded, eh malah nipu. Akhirnya aku lebih memilih menjual putus lewat perusahaan resmi, dibandingkan tangan pribadi,” terangnya. 
Baca Juga: Pendaki yang Jadi Korban Erupsi Gunung Dukono Ternyata Masuk Secara Ilegal, Pendakian Sudah Ditutup Sejak 17 April
Melihat potensi cuan dari jual beli barang branded, Chika pun tak ingin kehilangan peluang. Akhirnya dia juga membantu teman-temannya menjual barang branded-nya.
“Ada temen minta bantu jualan, ada yang minta bantu cariin barang. Kalau lewat orang pribadi takut kena tipu, jadi lebih aman dan nyaman lewat perusahaan jual putus,” selorohnya.
“Kadang kan memang ada yang males ribet, udah ini kamu jualin, ntar kalau laku kamu ambil sekian persen deh. Bantuin temen sekalian dapet cuan, lumayan kan,” imbuhnya.
Baca Juga: Kebiasaan Anak Pintar Ini Bisa Tingkatkan Prestasi, Orang Tua Wajib Tahu
Perusahaan jual-putus barang mewah memang menjadi pilihan untuk menjual barang-barang branded
Melalui perusahaan jual putus selain lebih terpercaya, juga dipastikan aman. Berbeda dari sistem titip jual yang mengharuskan pemilik barang menunggu hingga ada pembeli, di perusahaan jual putus pembelian langsung dilakukan oleh perusahaan, sehingga uang bisa cair di hari yang sama.
Taku Matsumoto, Product Specialist ALLU, perusahaan jual putus barang branded dari Jepang ini menuturkan bahwa permintaan jual-beli barang mewah di Kota Pahlawan terus tumbuh. Surabaya kini sejajar dengan Jakarta sebagai pasar utama ALLU di Indonesia. 
Baca Juga: Oknum Guru Honorer di Sukomanunggal Surabaya Cabuli Siswi di Lab Komputer hingga Toilet Sekolah
Dengan tiga titik strategis yang mencakup Timur, Pusat, dan Barat, akses warga untuk bertransaksi barang branded semakin merata.
ALLU memiliki tiga gerai di Surabaya, yakni di Tunjungan Plaza 6, Spazio, dan terbaru di MERR Landmark, kawasan Surabaya Timur.
Di perusahaan jual putus menerima barang dalam berbagai kondisi, termasuk tanpa kotak, tanpa struk pembelian, model lama, bahkan yang memiliki lecet. 
Baca Juga: Bukan Hantavirus, Ini Penyakit Menular yang Perlu Lebih Diwaspadai di Indonesia
“Penilaian dilakukan langsung oleh expert dari Jepang dengan ruang transaksi khusus yang menjaga privasi pelanggan. Berbeda dengan sistem titip jual, ALLU membeli barang secara langsung sehingga uang bisa cair di hari yang sama,” tutur Taku. 
Menurutnya, beberapa jenis barang yang banyak diperjual belikan seperti tas dari Hermès, Louis Vuitton, Chanel, Dior, Gucci, hingga Prada.
Untuk jam tangan dari Rolex, Audemars Piguet, Patek Philippe, Omega, hingga Hublot; serta perhiasan dari Cartier, Bvlgari, Tiffany & Co., dan Van Cleef & Arpels.
Baca Juga: Pengamat: Polemik Balai Pemuda Bisa Jadi Momentum Benahi Ruang Seni Surabaya
“Kalangan atas di Surabaya cukup besar, komunitas sosialitanya pun besar, sehingga tren jual beli barang branded di kota ini cukup bagus dan terus meningkat,” pungkasnya. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari
#jual belu barang branded #jaul putus #barang mewas #tas branded #barang branded