Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Musik Lintas Negara Ramaikan Pekan Francophonie 2026 di Surabaya, Libatkan Siswa Kursus Bahasa Prancis

Rahmat Sudrajat • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:00 WIB
Pertunjukan musik saat Francophonie 2026 di IFI Surabaya. (IST)
Pertunjukan musik saat Francophonie 2026 di IFI Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Sebagai bahasa keempat yang paling berpengaruh dalam perdagangan global, bahasa Prancis dirayakan oleh sekitar 60 ribu pelajar di Indonesia melalui Pekan Francophonie 2026. Di Surabaya, perayaan ini diwujudkan melalui rangkaian pertunjukan musik akulturasi dan pemutaran film internasional.

Perayaan ini sekaligus mengenang berdirinya Organisation Internationale de La Francophonie sejak 1970. Komunitas ini kini mencakup 93 negara yang berkomitmen pada perdamaian dan kerja sama internasional.

Baca Juga: Meriahkan Hari Menggambar, 85 Perupa Tampilkan Karya Nusantara di Alun-Alun Surabaya

Penanggung Jawab Kebudayaan dan Komunikasi IFI Surabaya Pramenda Krishna mengatakan, acara ini bertujuan untuk menunjukkan sisi dinamis dari bahasa Prancis. Selain itu, diharapkan dapat terus mempererat hubungan komunitas pendidikan dan kebudayaan di Indonesia dalam semangat keberagaman dan solidaritas global.

"Pekan Francophonie tahun ini adalah perayaan atas keragaman ekspresi budaya. Kami ingin menunjukkan bahwa bahasa Prancis bukan sekadar alat komunikasi, tapi juga jembatan seni," ujar Krishna, Kamis (7/5).

Panggung musik tahun ini menghadirkan perpaduan unik antara tradisi dan modernitas. Instrumen suling dan sitar bersanding dengan penampilan duo internasional, Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari. Didukung Kedutaan Tunisia, mereka membawakan lagu klasik Prancis yang diperkaya dengan sentuhan Arab.

Baca Juga: BPOM Tarik 11 Kosmetik Berbahaya, Ada Brand Sejuta Umat

Sentuhan lokal pun tak kalah memukau. Seniman asal Surabaya, Supianto, menampilkan boneka raksasa yang merepresentasikan tokoh ikonik Prancis dan Indonesia. Pertunjukan ini semakin meriah dengan iringan musik marching dari kelompok Grobak Kletek.

Pekan Francophonie 2026 juga menjadi ajang diplomasi film. Program sinema menghadirkan karya-karya dari berbagai negara anggota, antara lain Mary Anning dari Swiss, Our Blossom dari Hungaria, Le syndrome des Amours Passées dari Belgia dan Becho dari Uruguay.

Di sisi edukasi, keterlibatan institusi pendidikan menjadi pilar penting. Krishna menambahkan bahwa keterlibatan aktif generasi muda adalah kunci dari misi kebudayaan ini.(*)

Editor : Lambertus Hurek
#Francophonie 2026 #bahasa Prancis #musik lintas negara #Kedutaan Tunisia #IFI Surabaya