RADAR SURABAYA - Basemen Alun-Alun Surabaya dipenuhi jadi arena pameran lukisan bertajuk Goresan Indonesia Raya. Pameran yang digelar Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) tersebut untuk memeriahkan Hari Menggambar Nasional.
Ketua IPI Supa’at Margi mengatakan, pameran ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus digelar secara bergilir di berbagai daerah di Indonesia. “Ini merupakan pameran nasional ke-12 yang diselenggarakan oleh IPI,” ujar Supa’at, Kamis (7/5).
Baca Juga: Gemar Main Judi, Lupa Nafkah Anak Istri, Akhirnya Gugat Cerai Suami
Menurutnya, Surabaya menjadi salah satu kota yang cukup aktif menjadi tuan rumah kegiatan seni rupa. Tahun ini menjadi kali kelima pameran nasional IPI digelar di Kota Pahlawan.
“Kalau di Surabaya sudah yang kelima kalinya. Kami memang menggelarnya keliling Indonesia karena anggota IPI ada di berbagai cabang daerah,” jelasnya.
Dalam pameran kali ini, sebanyak 85 karya dari 85 perupa dipamerkan kepada masyarakat. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Lombok, Bali, Sumatera Utara, Batam, hingga sejumlah kota di Pulau Jawa.
Supa’at menyebut, tema Goresan Indonesia Raya dipilih untuk memberikan kebebasan kepada para seniman dalam mengekspresikan ide dan karakter karya masing-masing. “Para peserta dibebaskan mengeksplorasi tema sesuai ekspresi masing-masing. Jadi, karya yang tampil sangat beragam,” katanya.
Baca Juga: BPOM Tarik 11 Kosmetik Berbahaya, Ada Brand Sejuta Umat
Ia menambahkan, seluruh karya yang dipamerkan telah melewati proses kurasi sebelum akhirnya dipilih untuk ditampilkan di ruang pamer. “Awalnya ada sekitar 90 karya yang masuk. Setelah melalui proses kurasi, akhirnya dipilih 85 karya untuk dipamerkan,” ungkapnya.
Biasanya, lanjut dia, jumlah karya yang dipamerkan bisa mencapai lebih dari 100 karya. Namun, tahun ini beberapa anggota IPI berhalangan ikut karena bersamaan dengan agenda pameran seni lainnya.
Persiapan pameran sendiri dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan. Mulai dari pengumpulan karya, proses seleksi, hingga penataan ruang pamer. (sam)
Editor : Lambertus Hurek