RADAR SURABAYA – Kecanduan gadget pada anak menjadi tantangan serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dinilai dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kemampuan bersosialisasi, hingga kondisi emosional anak. Karena itu, pendampingan orangtua dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat.
Psikolog anak, Grace Eugenia Sameve, menjelaskan bahwa gadget sebenarnya tidak selalu berdampak negatif jika digunakan secara bijak dan dalam pengawasan orangtua. Namun, ia mengingatkan agar anak tidak tumbuh terlalu bergantung pada perangkat digital.
“Yang perlu diperhatikan adalah anak tidak tumbuh terlalu dependent (ketergantungan) dengan gawai maka aktivitas non-gawai juga harus dikenalkan dan dilatih,” ujarnya.
Baca Juga: 3 Alasan Orang Tua Perlu Menunda Penggunaan Gadget pada Anak
Ketergantungan terhadap gadget dapat membuat anak sulit fokus, terutama saat belajar. Keinginan untuk terus membuka layar berpotensi mengganggu perhatian anak, bahkan ketika berada di lingkungan sekolah. Selain itu, anak juga bisa menjadi kurang peka terhadap kondisi sekitar karena terlalu larut dalam dunia digital.
Penggunaan gadget secara berlebihan juga dikaitkan dengan gangguan pola tidur dan kestabilan emosi anak. Anak cenderung lebih mudah gelisah atau marah ketika akses terhadap gadget dibatasi. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan sosial maupun kesehatan mental jika tidak ditangani dengan tepat.
Baca Juga: Paparan Gadget Berlebihan Sebabkan Anak Lima Kali Lebih Rentan Gangguan Mental
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, orangtua disarankan menetapkan batas waktu penggunaan gadget secara jelas. Anak perlu memahami kapan waktu belajar, bermain, maupun beristirahat tanpa layar. Aturan penggunaan gadget juga perlu diterapkan secara konsisten di rumah.
Selain membuat aturan, orangtua juga perlu memberi contoh penggunaan gadget yang bijak. Anak cenderung meniru kebiasaan orang dewasa di sekitarnya, sehingga pola penggunaan gadget dalam keluarga menjadi perhatian penting. Konsistensi orangtua dinilai dapat membantu membangun disiplin digital pada anak.
Baca Juga: Orang Tua Perlu Literasi Digital untuk Cegah Kecanduan Gadget Anak
Aktivitas alternatif di luar gadget juga perlu diperbanyak agar anak tidak terus terpaku pada layar. Kegiatan seperti membaca, menggambar, olahraga, hingga bermain di luar rumah dapat membantu mengalihkan perhatian anak dari perangkat digital. Cara ini dinilai efektif untuk menjaga keseimbangan aktivitas anak sehari-hari.
Pengendalian penggunaan gadget pada anak juga membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Dengan pendekatan yang tepat, gadget tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan hiburan tanpa mengganggu tumbuh kembang anak. (btl/fir)
Editor : M Firman Syah