RADAR SURABAYA - Sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan karya kreatif dan inovasi yang ramah lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kompetisi tahunan Indonesia Chemical Reaction Car Competition (ICRCC) 2026. Kegiatan yang digagas oleh Departemen Teknik Kimia ini berlangsung di Gedung Pusat Robotika ITS.
Ketua Pelaksana Chernival 2026, Annisa Aniqah Rahmatillah menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga berfungsi sebagai wadah untuk menyalurkan ide-ide kreatif sekaligus sarana memperkenalkan program studi yang dikelolanya kepada masyarakat luas.
Menurut dia, setiap tim peserta ditantang untuk merancang dan membuat mobil prototipe yang sumber tenaganya berasal dari hasil reaksi kimia yang mereka ciptakan sendiri.
“Kami ingin menunjukkan bahwa reaksi kimia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, sekaligus tetap efektif dan efisien untuk digunakan,” jelasnya, Selasa (5/5).
Untuk dapat mengikuti pertandingan utama, seluruh peserta harus melewati serangkaian tahapan penilaian terlebih dahulu. Mulai dari seleksi dokumen, penilaian melalui pemungutan suara untuk karya poster dan video profil, hingga uji kelayakan yang meliputi pemaparan rancangan karya dan pengecekan langsung terhadap prototipe yang telah dibuat.
Pada tahap pengujian di lapangan, setiap kendaraan akan diuji kemampuannya melintasi lintasan sepanjang 15 meter dengan titik ukur utama sejauh 9 meter.
“Parameter penilaian utamanya adalah ketepatan kendaraan bergerak sesuai dengan jarak yang telah ditentukan, serta kemampuannya membawa beban yang sudah ditetapkan dalam peraturan. Jadi, dibutuhkan ketelitian tinggi dalam merancang sistem tenaga dan struktur kendaraannya,” tuturnya.
Baca Juga: Poster Film Bioskop Dulu Murni Lukisan Tangan, Andreanus Gunawan Kebanjiran Job Melukis
Dari seluruh peserta yang mendaftar, sebanyak 13 tim terbaik berhasil lolos ke babak final. Mereka datang dari berbagai perguruan tinggi ternama. Di antaranya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, serta dua tim andalan dari ITS, yaitu Spektronics 30 dan Spektronics 31.
Hasil penilaian menunjukkan bahwa tim dari ITS kembali unggul. Spektronics 31 meraih juara pertama, disusul Spektronics 30 di posisi kedua. Pemenang ketiga Reactics Antrasena dari UGM Jogjakarta.
“Pencapaian ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Kegiatan ini juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek