Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Padukan Batik dan Teknik Shibori, Busana Karya Desainer Surabaya Sukses Tampil di Jepang

Rahmat Sudrajat • Minggu, 3 Mei 2026 | 20:24 WIB
MENCURI PERHATIAN: Busana batik shibori karya desainer Surabaya Veni Rosita  yang tampil dalam fashion show di Kobe, Jepang.
MENCURI PERHATIAN: Busana batik shibori karya desainer Surabaya Veni Rosita  yang tampil dalam fashion show di Kobe, Jepang.

RADAR SURABAYA - Karya fashion desainer lokal ternyata tak hanya memiliki tempat di pasat lokal saja. Namun, karya kreatif mereka juga mampu menembus pasar dan pecinta fashion di negara lain.

Seperti karya salah satu desainer asal Surabaya yang berhasil tampil dan menarik perhatian dalam ajang Indonesia Fashion and Cultural Promotion Event yang digelar di Kota Kobe, Jepang. 

Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perdagangan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka, serta Pusat Promosi Perdagangan Indonesia di Osaka. 

Baca Juga: Akun Instagram Ahmad Dhani Mendadak Hilang, Diduga Usai Unggahan Kontroversial

Melalui proses seleksi yang dilakukan secara ketat dan teliti, sebanyak 16 merek fesyen dan aksesoris dari seluruh Indonesia terpilih untuk ikut serta dalam rangkaian kegiatan berupa toko pameran sementara atau Pop-Up Store. 

Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, tepatnya pada tanggal 15 hingga 21 April 2026 di Plaza Marui, Kobe. 

BATIK X SHIBORI: Meski shibori merupakan teknik asli Jepang, ditangan Veni Rosita busana yang ditampilkan tampak spesial. (ISTIMEWA)
BATIK X SHIBORI: Meski shibori merupakan teknik asli Jepang, ditangan Veni Rosita busana yang ditampilkan tampak spesial. (ISTIMEWA)

Keikutsertaan Rosita Batik Shibori memiliki makna khusus. Berasal dari teknik pewarnaan kain tradisional yang juga dikenal di Jepang, karya ini dikembangkan lebih lanjut dan dipadukan dengan kekayaan ragam motif batik khas Indonesia, kemudian dikemas menjadi busana siap pakai yang modern.

Baca Juga: Kejutan di Surabaya Fashion Parade, Shibori Dipadu Jeans dan Batik jadi Simbol Perlawanan Lewat Fashion

Pemilik sekaligus desainer Rosita Batik Shibori, Veni Rosita menjelaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan ini adalah memperlihatkan bahwa warisan budaya dari dua negara yang berbeda dapat dipadukan dan menciptakan hasil karya yang bernilai tinggi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tekstil lintas negara bisa saling melengkapi satu sama lain. Teknik shibori yang dikenal sebagai warisan budaya Jepang, kami gabungkan dengan keindahan motif batik Indonesia, sehingga menghasilkan karya yang unik, tetap terlihat modern namun tidak kehilangan makna dan nilai budayanya,” ujar Veni, Minggu (3/5). 

Ia menambahkan bahwa merek yang ia bangun tidak hanya mengedepankan sisi keindahan saja, tetapi juga memiliki nilai-nilai luhur di dalamnya. 

Baca Juga: Haji 2026: Klinik Embarkasi Surabaya Diserbu Jemaah Haji, Hipertensi Jadi Keluhan Terbanyak

Karena menurutnya, Rosita Batik Shibori berpegang teguh pada tiga hal utama yaitu keaslian, pembaharuan, dan pemberdayaan. 

Setiap karya yang kami hasilkan bukan hanya indah dilihat, tetapi juga menjadi bukti dukungan kami kepada para perempuan kreatif, penerapan prinsip ramah lingkungan, serta upaya melestarikan warisan budaya. 

"Kehadiran kami di sini menjadi bukti bahwa karya anak bangsa mampu menjadi jembatan yang menghubungkan budaya Indonesia dan Jepang, sekaligus membuka jalan untuk kerja sama yang lebih luas di tingkat dunia,” jelasnya.

Selama berlangsungnya kegiatan, tim Rosita Batik Shibori tidak hanya menggelar pameran saja, tetapi juga mengikuti berbagai rangkaian kegiatan. 

Baca Juga: Stok Hewan Kurban Jatim Surplus Jelang Idul Adha 1447 H, Gubernur Khofifah Pastikan Bebas PMK dan LSD

Mulai dari pemotretan produk, pertunjukan busana yang digelar di kawasan Sannomiya Street yang menjadi pusat keramaian kota Kobe, hingga pertemuan bisnis dengan perusahaan-perusahaan fesyen dan tekstil terkemuka yang berpusat di Osaka.

Respons yang diterima pun sangat positif. Banyak pengunjung yang menunjukkan rasa antusiasme, bahkan sebagian besar generasi muda Jepang ternyata baru mengetahui bahwa teknik pembuatan kain tersebut dapat dikembangkan menjadi busana masa kini yang menarik. 

Pertunjukan busana yang diadakan juga berhasil menarik perhatian tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga para desainer dari Jepang maupun negara lain yang hadir dalam acara tersebut.

“Bagi kami pengalaman ini sangat berharga sekali. Kami bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung, sekaligus mempelajari lebih dalam mengenai selera dan karakteristik pasar fesyen di Jepang. Kami juga berkesempatan mengunjungi perusahaan-perusahaan besar yang menjadi pelaku utama industri tekstil di sana, yang tentunya menjadi modal berharga untuk membuka peluang kerja sama di masa mendatang,” ungkapnya.

Baca Juga: Lebih dari Separo SWK di Surabaya Sepi dan Mati, Dewan Minta Segera Ada Solusi

Dari partisipasi ini, Veni mengaku mendapatkan banyak manfaat berupa jaringan kerja baru, wawasan mendalam tentang pasar luar negeri, serta berbagai ide untuk pengembangan usaha.

Ke depan, ia berencana untuk terus melakukan inovasi produk, termasuk menciptakan desain dan model yang disesuaikan dengan selera pasar Jepang, serta mulai mempersiapkan langkah untuk memperluas pasar dan melakukan ekspor secara resmi. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Veni Rosita #fashion #surabaya #desainer surabaya #jepang