SURABAYA – Obat nyamuk bakar masih menjadi pilihan sebagian masyarakat untuk mengusir nyamuk di rumah. Selain praktis dan murah, cara ini dinilai efektif mencegah gigitan nyamuk penyebab penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, hingga malaria.
Namun, di balik kemudahannya, penggunaan obat nyamuk bakar menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan. Asap yang dihasilkan dari proses pembakaran diketahui mengandung sejumlah zat berbahaya yang berisiko jika terhirup terus-menerus, terutama di ruang tertutup.
Paparan sesekali umumnya masih tergolong aman. Tetapi, bagi individu yang sensitif, asap tersebut dapat langsung memicu keluhan seperti pusing, mual, hingga sesak napas.
Dalam jangka panjang, dampaknya bisa lebih serius. Setidaknya ada tiga risiko utama yang perlu diwaspadai.
Pertama, keracunan karbon monoksida. Asap obat nyamuk mengandung karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan formaldehida. Jika terhirup dalam jumlah tinggi, terutama di ruangan minim ventilasi, dapat memicu gejala seperti pusing, mual, detak jantung meningkat, hingga sesak napas. Pada kondisi berat, berisiko menyebabkan gangguan pada otak dan jantung.
Baca Juga: Diduga Gegara Obat Nyamuk, Rumah Warga Keputih Surabaya Ludes Terbakar
Kedua, iritasi saluran pernapasan. Kandungan formaldehida dalam asap dapat mengiritasi saluran napas. Dampaknya meliputi batuk, tenggorokan terasa sakit, hidung tersumbat, hingga memperburuk penyakit seperti asma dan pneumonia. Karena itu, penggunaannya tidak disarankan bagi penderita gangguan pernapasan.
Ketiga, potensi kanker paru-paru. Paparan asap dalam jangka panjang berpotensi memicu pertumbuhan sel abnormal akibat zat karsinogen yang dapat merusak DNA sel.
Meski demikian, penggunaan obat nyamuk bakar masih bisa dilakukan dengan lebih aman. Di antaranya dengan tidak menggunakannya secara berlebihan, memastikan ventilasi udara memadai, serta menghindari penggunaan di ruangan tertutup.
Baca Juga: Diduga Gegara Obat Nyamuk, Lantai II Rumah di Gresik PPI Pasar Surabaya Terbakar
Sebagai alternatif, masyarakat dapat beralih ke metode yang lebih ramah kesehatan, seperti memanfaatkan tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan rosemary, menggunakan losion anti nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Jika muncul gejala seperti sesak napas atau pusing setelah penggunaan, disarankan segera menghentikan pemakaian dan memeriksakan diri ke tenaga medis. (rif/fir)