Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Generasi Tahun 2000-an Merapat! Friendster Kembali Hadir, Sayangnya Hanya Ada di App Store

Nurista Purnamasari • Jumat, 1 Mei 2026 | 12:56 WIB
Friendster, aplikasi jejaring sosial yang populer di tahun 2000-an kini resmi hadir kembali. (ISTIMEWA)
Friendster, aplikasi jejaring sosial yang populer di tahun 2000-an kini resmi hadir kembali. (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Pada awal 2000-an, Friendster pernah menjadi salah satu jejaring sosial paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. 

Platform ini menjadi pionir dalam menghubungkan teman, berbagi testimonial, hingga menampilkan profil dengan musik dan tema warna-warni. 

Bagi generasi yang tumbuh di zaman itu, memiliki akun Friendster ada satu hal wajib agar tidak ketinggalan zaman.

Baca Juga: Waduh! 1.903 Perlintasan Kereta Belum Berpalang Pintu

Namun, kejayaannya meredup setelah munculnya Facebook dan media sosial lain yang lebih modern. 

Setelah sempat menghilang sejak 2015, kini Friendster kembali hadir dengan wajah baru yang lebih sederhana dan fokus pada hubungan nyata antar pengguna.

Friendster Versi Baru

Friendster versi 2026 dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. dan saat ini tersedia eksklusif untuk perangkat Apple melalui App Store. 

Baca Juga: Bongkar Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Bersubsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polda Jatim 

Aplikasi ini berukuran ringan, hanya 6,5 MB, dengan rating usia 13 tahun ke atas. Berbeda dengan media sosial besar lainnya, Friendster mengusung filosofi “anti-mainstream” dengan beberapa prinsip utama.

Diantaranya yakni tanpa iklan, dimana pengguna tidak akan terganggu oleh konten sponsor.

Tanpa algoritma, dimana feed hanya menampilkan unggahan dari teman yang benar-benar dikenal.

Baca Juga: SPMB Surabaya 2026: TKA Kini Ambil Porsi 40 Persen di Jalur Prestasi

Dan yang paling berbeda, tanpa adu followers, karena jumlah pengikut dihapus untuk menghindari kompetisi popularitas digital

Fitur-Fitur Unik

Salah satu fitur paling mencolok adalah cara menambah teman. Pengguna tidak bisa mencari akun secara bebas. 

Untuk berteman, dua pengguna harus berada di lokasi yang sama dan mengetuk (tap) ponsel mereka secara bersamaan. 

Konsep ini memastikan bahwa pertemanan digital berawal dari interaksi nyata. Bahkan, hubungan pertemanan bisa “melemah” jika tidak dilakukan tap ulang dalam satu tahun.

Baca Juga: Sejarah Hari Buruh Internasional dan Perkembangannya, Dari Haymarket Affair hingga Perjuangan Marsinah

Selain itu, Friendster mempertahankan fitur ikonik testimonial, kini dengan dukungan media lebih kaya seperti video pendek dan audio. 

Pengguna juga bisa memodifikasi profil dengan musik melalui integrasi Apple Music, serta tema retro minimalis khas iOS.

Keunggulan Dibanding Media Sosial Lain

Friendster versi terbaru ini lebih menekankan privasi yang lebih terjaga, tidak ada algoritma, iklan, atau rekomendasi akun asing.

Baca Juga: Ngaku Cari Sasaran di Pemukiman, Polisi Buru Satu Pelaku Curanmor di Jalan Simorejo Sari Surabaya

Interaksi nyata antar pengguna karena hanya bisa menambah teman melalui pertemuan fisik.

Desain retro-modern yang memadukan nostalgia dengan estetika minimalis. Serta keamanan data, dimana sistem enkripsi end-to-end untuk setiap interaksi.

Kembalinya Friendster menjadi angin segar di tengah dominasi media sosial berbasis algoritma.

Baca Juga: May Day! Polrestabes Surabaya Akan Laksanakan Pengalihan Arus di 3 Lokasi Ini

Dengan konsep sederhana, fokus pada hubungan nyata, dan fitur unik “tap” ponsel, Friendster mencoba menghadirkan kembali esensi awal media sosial. 

Saat ini, aplikasi baru Friendster hanya bisa diunduh oleh pengguna iPhone melalui App Store, namun langkah ini membuka peluang nostalgia sekaligus pengalaman baru bagi generasi lama maupun baru. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Friendster #generasi 2000-an #media sosial #jejaring sosial #aplikasi