Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bangunan Heritage Disulap Jadi Destinasi Kuliner, 10 Regentstraat Tawarkan Sensasi Makan Enak 

Vega Dwi Arista • Kamis, 30 April 2026 | 15:08 WIB
JADI JUJUKAN: 10 Regentstraat hadir sebagai tempat makan bernuansa heritage yang nyaman, sekaligus menjadi jujukan baru bagi pecinta kuliner di Kota Pahlawan.
JADI JUJUKAN: 10 Regentstraat hadir sebagai tempat makan bernuansa heritage yang nyaman, sekaligus menjadi jujukan baru bagi pecinta kuliner di Kota Pahlawan.

RADAR SURABAYA – Kota Surabaya kembali memiliki destinasi kuliner baru yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda.

10 Regentstraat di Kebon Rojo hadir sebagai tempat makan bernuansa heritage yang nyaman, sekaligus menjadi jujukan baru bagi pecinta kuliner di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Sisir Kampung-Kampung untuk Data Pemuda Kurang Mampu yang Ingin Kuliah

Restoran ini menempati bangunan bersejarah yang dulunya merupakan bagian dari Hogere Burgerschool (HBS) Soerabaja, sekolah elite era kolonial yang pernah menjadi tempat belajar Soekarno.

Setelah itu, bangunan tersebut sempat difungsikan sebagai Kantor Pos Kebon Rojo, sebelum akhirnya direvitalisasi menjadi ruang publik bernilai historis.

Baca Juga: Jadi Biang Kemacetan di Wonokromo, Pemkot Surabaya Akhirnya Tutup Pasar Maling 

Mengusung konsep heritage dining, 10 Regentstraat memadukan arsitektur kolonial yang masih terjaga dengan sentuhan interior modern yang elegan. Suasana klasik berpadu dengan kenyamanan masa kini, menjadikan tempat ini cocok untuk bersantai, berkumpul, maupun sekadar menikmati suasana kota lama Surabaya.

Nama “Regentstraat” sendiri diambil dari sebutan jalan pada masa kolonial, sementara angka “10” merujuk pada nomor bangunan yang kini dihidupkan kembali. Identitas ini menjadi simbol penghubung antara masa lalu dan wajah baru kawasan tersebut.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Resmi Punya Dewan Kebudayaan, Kebijakan Budaya Berbasis Riset Dimulai

Tak hanya mengandalkan suasana, 10 Regentstraat juga menawarkan ragam kuliner yang menggugah selera. Sekitar 60 menu disajikan dengan mengangkat cita rasa Indonesia tempo dulu yang dipadukan dengan sentuhan modern.

Mulai dari camilan klasik seperti bitterballen dan klappertaart, hingga aneka olahan ayam, bebek, seafood, serta hidangan tradisional seperti karedok.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Wajah Baru KBS, Usung Konsep Night Zoo dan Satwa Jepang

Untuk minuman, pengunjung bisa menikmati nuansa nostalgia lewat sajian khas seperti limun Cap Badak yang menyegarkan.

Direktur PT Imperium Buana Sakti, Steffiani Setyadji, menyebut konsep yang diusung bukan sekadar menghadirkan restoran, melainkan pengalaman menyeluruh bagi pengunjung.

“Kami ingin tempat ini menjadi lebih dari sekadar tempat makan. Di sini, orang bisa menikmati kuliner enak sekaligus merasakan atmosfer sejarah Surabaya,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, keaslian bangunan tetap dipertahankan sebagai daya tarik utama, tanpa mengesampingkan kenyamanan pengunjung.

“Kami menjaga karakter arsitektur kolonialnya, lalu memadukannya dengan sentuhan modern agar tetap nyaman. Harapannya, masyarakat bisa menikmati pengalaman unik, makan enak sambil bernostalgia,” tambahnya.

Dengan harga yang relatif terjangkau, 10 Regentstraat membuka akses bagi berbagai kalangan untuk merasakan sensasi bersantap di bangunan bersejarah. Perpaduan antara nilai heritage, suasana nyaman, dan sajian lezat menjadikan tempat ini sebagai destinasi kuliner baru yang layak dikunjungi.

Kehadirannya di kawasan Kebon Rojo pun diharapkan mampu menjadi magnet baru, baik bagi warga Surabaya maupun wisatawan, sekaligus membuktikan bahwa bangunan bersejarah bisa dihidupkan kembali menjadi ruang yang hangat, hidup, dan penuh rasa. (vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#bangunan #makanan #heritage #kuliner #destinasi