Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Overthinking Hantui Remaja, Picu Gangguan Mental hingga Sulit Tidur

M Firman Syah • Rabu, 29 April 2026 | 22:49 WIB
Ilustrasi remaja yang tampak cemas akibat memikirkan berbagai hal secara berlebihan.
Ilustrasi remaja yang tampak cemas akibat memikirkan berbagai hal secara berlebihan.

Radar Surabaya – Fenomena overthinking di kalangan remaja kini tak lagi bisa dianggap sepele. Kebiasaan berpikir berlebihan itu mulai berdampak nyata pada kesehatan mental, seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan sosial, hingga paparan media sosial.

Remaja kerap terjebak dalam skenario yang belum tentu terjadi. Kekhawatiran terhadap masa depan menjadi salah satu pemicu utama. Kondisi ini muncul ketika individu membayangkan kemungkinan terburuk sebelum menghadapi suatu situasi.

Baca Juga: 10 Tanda Anak Mengalami Stres dan Depresi yang Sering Luput dari Perhatian Orang Tua

Contohnya saat masa orientasi siswa (ospek). Banyak remaja sudah lebih dulu diliputi kecemasan, seperti takut dimarahi senior, meski hal tersebut belum tentu terjadi. Pola pikir berulang ini memicu kecemasan berlebih yang berdampak pada kondisi mental maupun fisik.

Dampaknya tak ringan. Remaja yang mengalami overthinking cenderung mengalami gangguan tidur, bahkan insomnia, karena pikiran terus aktif tanpa jeda. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat berkembang menjadi stres berkepanjangan, kecemasan berlebih, hingga gangguan fisik seperti masalah pencernaan.

Baca Juga: Waspada! Insomnia Kronis Mengancam Otak

Selain itu, tubuh yang terus berada dalam kondisi tegang membuat remaja sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan mengalami penurunan kualitas istirahat. Untuk mengatasinya, remaja perlu mengontrol pola pikir dengan membatasi waktu memikirkan suatu masalah. Mengenali akar persoalan serta pemicu overthinking juga menjadi langkah penting agar tidak terjebak dalam pikiran negatif.

Membangun pola pikir yang lebih realistis dan positif, serta mencari dukungan dari lingkungan terdekat seperti teman dan keluarga, dinilai efektif untuk meredakan tekanan mental. Kesadaran sejak dini menjadi kunci. Remaja perlu memahami pola overthinking agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
#insomnia #kesehatan mental #remaja #overthinking #stres