Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Restoran Berkonsep Bahan Lokal dan Pengalaman Kuliner Asia Modern Kini Jadi Tren di Surabaya

Nurista Purnamasari • Minggu, 19 April 2026 | 11:46 WIB
FANCY: Tren restoran di Surabaya saat ini menawarkan pengalaman kuliner berbasis narasi bahan lokal, atmosfer sosial, dan konsep dining premium. (ISTIMEWA)
FANCY: Tren restoran di Surabaya saat ini menawarkan pengalaman kuliner berbasis narasi bahan lokal, atmosfer sosial, dan konsep dining premium. (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Surabaya sebagai kota metropolitan dengan pertumbuhan kelas menengah atas menjadi pasar potensial bagi konsep experiential dining

Pergeseran konsumsi dari sekadar kebutuhan menjadi pengalaman membuka peluang dan diferensiasi.

Surabaya kini memiliki destinasi kuliner baru yang menekankan pengalaman menyeluruh bagi pengunjung. Naung Group Hospitality memperkenalkan Senses, modern Asian dining yang berlokasi di kawasan Citraland. 

Baca Juga: Kenal dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Surabaya Jadi Korban Penipuan, Mobil Dibawa Lari

Kehadiran Senses tidak hanya memperkaya lanskap kuliner premium, tetapi juga menghadirkan konsep experiential dining yang menekankan perjalanan rasa, cerita bahan, dan atmosfer sosial yang mendukung gaya hidup urban.

Senses dirancang sebagai ekosistem hospitality terintegrasi yang menggabungkan restoran, bakery artisan Something Baked, serta bar speakeasy Apostrophe. 

Konsep ini memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman berlapis, mulai dari sajian modern Asia, roti artisan, hingga atmosfer bar eksklusif yang intim.

Baca Juga: Yayasan Sosial Vrouwentehuis Soerabaia di Pasar Besar Wetan untuk Perempuan Telantar pada Zaman Belanda

Corporate Chef Slamet Priyono menekankan pentingnya keseimbangan antara rasa dan narasi. 

“Setiap hidangan di Senses bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita tentang asal-usul bahan dan prosesnya. Kami ingin pengunjung merasakan pengalaman yang utuh,” ujar laki-laki yang akrab dipanggil Chef Mamet ini.

Senses menghadirkan bahan lokal autentik seperti kulat mushroom Bangka dengan rasa earthy, andaliman dari Karo yang unik, serta ikan segar hasil tangkapan nelayan Bali dan Jawa Timur. 

Baca Juga: Usai Inggris, Prancis, dan Australia, Kini Giliran Polandia Batalkan Konser Kanye West

Setiap bahan membawa cerita yang memperkaya pengalaman kuliner dan menghubungkan pengunjung dengan budaya lokal.

Sementara itu, pakar kuliner Universitas Airlangga, Dr. Rani Pramesti, menilai konsep ini sebagai langkah maju. 

“Menghadirkan bahan lokal dengan narasi yang kuat memberi nilai tambah bagi konsumen. Ini bukan sekadar makan, tetapi pengalaman budaya dan sosial yang terintegrasi,” katanya.

Pendekatan Senses tidak hanya menjaga kualitas dan autentisitas produk, tetapi juga membentuk skema pasar inklusif dengan melibatkan petani, nelayan, serta produsen lokal. 

Baca Juga: Ratusan Pelukis Ramaikan OTS di Balai Pemuda Surabaya, Arumi Bachsin dan Marcella Zalianty Jadi Model

Senses menghadirkan pengalaman kuliner modern Asia dengan sentuhan budaya dan cerita di balik setiap hidangan. 

Konsep ini menegaskan bahwa dining kini bukan sekadar konsumsi, melainkan perjalanan rasa dan pengalaman yang membentuk gaya hidup urban. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#sense surabaya #Gaya Hidup #restoran #surabaya #kuliner surabaya