Mengapa Kopi Bisa Membuat Jantung Berdebar?
- Kafein sebagai stimulan: bekerja pada sistem saraf pusat, meningkatkan detak jantung dan tekanan darah sementara.
- Sensitivitas individu: setiap orang memiliki toleransi berbeda terhadap kafein. Ada yang bisa minum beberapa cangkir tanpa masalah, ada pula yang berdebar hanya setelah satu cangkir.
- Efek sementara: biasanya palpitasi berlangsung singkat dan mereda setelah kafein dimetabolisme tubuh.
Baca Juga: Pelaku KDRT Bocah 4 Tahun di Kediri Ternyata Neneknya Sendiri, 2 Saudaranya Juga Jadi Korban
American Heart Association (AHA) menyebutkan bahwa konsumsi kopi moderat, sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang sehat.
Harvard School of Public Health bahkan menemukan bahwa kopi dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan beberapa penyakit kardiovaskular.
Sementara itu, European Journal of Preventive Cardiology melaporkan bahwa konsumsi kopi moderat tidak berhubungan dengan peningkatan aritmia serius.
Baca Juga: Prediksi Everton vs Liverpool: Derby Merseyside di Stadion Baru, The Toffees Lebih Diunggulkan
Meski demikian, sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda sehingga ada individu yang lebih rentan mengalami palpitasi meski hanya minum sedikit kopi.
Jantung berdebar setelah minum kopi biasanya merupakan efek sementara dari kafein dan tidak berbahaya bagi orang sehat.
Namun, jika berdebar disertai pusing, sesak napas, atau nyeri dada, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Dan yang tidak kalah penting, adalah mengetahui batas aman konsumsi harian. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari