Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pameran Tunggal Welldo Wnophringgo, Angkat Tema Spiritualitas Tubuh

Lambertus Hurek • Jumat, 17 April 2026 | 20:34 WIB
Pengunjung mengamati lukisan karya Welldo Wnophringgo, yang dipamerkan di Galeri Prabangkara, Surabaya. (Andy Satria/Radar Surabaya)
Pengunjung mengamati lukisan karya Welldo Wnophringgo, yang dipamerkan di Galeri Prabangkara, Surabaya. (Andy Satria/Radar Surabaya)

 

RADAR SURABAYA - Perupa Welldo Wnophringgo menggelar pameran lukis tunggal di Galeri Prabangkara, Kompleks Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya. Pameran seni lukis tentang spiritualitas ini menghadirkan 28 karya yang mengeksplorasi makna tubuh sebagai simbol relasi manusia dengan Tuhan dan dunia.

Welldo mengungkapkan, pameran ini merupakan pameran tunggal kesembilan sepanjang perjalanan berkaryanya. Tidak seluruh karya yang dipamerkan merupakan karya baru. Sejumlah lukisan lama, bahkan sejak tahun 2000-an, turut dihadirkan untuk memperkuat narasi yang dibangun.

Baca Juga: Pantau Keamanan Kota, Pemkot Surabaya Tambah CCTV dan Kerja Sama dengan Pengusaha untuk Berbagi Akses

“Ini pameran tunggal saya yang kesembilan. Karyanya tidak semuanya baru, ada beberapa lukisan lama yang masih relevan dengan tema,” ujarnya, Jumat (17/4). 

Mengusung judul “Tubuh-Tubuh Spiritual”, Welldo menggunakan figur manusia sebagai medium simbolik. Tubuh perempuan, menurutnya, merepresentasikan sikap manusia saat berhadapan dengan Sang Pencipta. Sementara tubuh laki-laki menggambarkan peran manusia dalam kehidupan dunia.

“Ketika saya melukis tubuh wanita, itu simbol spiritualitas, saat manusia berhadapan dengan Tuhan. Sedangkan tubuh laki-laki saya lukis ketika menghadapi atau menggambarkan dunia, yakni sebagai pemimpin,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut menjadi refleksi tentang posisi manusia di alam semesta. Dalam pandangannya, manusia memiliki peran ganda, yakni sebagai makhluk yang memimpin di dunia sekaligus melayani dan menghormati Tuhan.

Seluruh karya dalam pameran ini menggunakan media akrilik di atas kanvas. Pilihan warna cerah menjadi ciri khas yang ingin disampaikan Welldo untuk merepresentasikan suasana spiritual yang tidak selalu gelap, melainkan penuh keceriaan.

“Saya menggunakan warna-warna cerah karena spiritual itu ceria,” katanya.

Baca Juga: Diberlakukan Menyeluruh, Ini Kata Dindik Jatim Terkait Pembatasan Penggunaan Gadget di Sekolah

Awalnya, terdapat sekitar 40 karya yang disiapkan. Namun, jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas ruang galeri, sehingga hanya 28 karya yang dipamerkan.

Pameran ini telah dipersiapkan selama kurang lebih tiga bulan dan akan berlangsung hingga 21 April 2026. (*) 

Editor : Lambertus Hurek
#welldo wnophringgo #Pameran tunggal #galeri prabangkara #pameran lukisan #taman budaya jawa timur