RADAR SURABAYA – Tren “bed rotting” kian populer di kalangan Gen Z sebagai bentuk self-care. Aktivitas ini merujuk pada kebiasaan berdiam di tempat tidur dalam waktu lama tanpa melakukan kegiatan produktif, seperti hanya menonton video, bermain media sosial, atau sekadar beristirahat.
Bagi sebagian anak muda, kebiasaan ini dianggap sebagai cara memulihkan energi setelah menghadapi tekanan pekerjaan maupun tuntutan akademik. Berbaring dalam waktu lama dinilai mampu membantu menenangkan pikiran dari paparan informasi yang berlebihan atau overstimulasi.
Baca Juga: Me Time dan Self-Care, Strategi Mengelola Energi Sosial Agar Tidak Terkuras
Namun, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental jika dilakukan secara berlebihan. Asisten profesor psikiatri klinis, Ryan Sultan, menyebut pola tidur yang berlebihan bisa menjadi tanda gangguan kesehatan mental.
"Tidur dalam waktu lama memang dapat memberikan manfaat jangka pendek bagi sebagian orang. Namun, kondisi ini menjadi perlu diwaspadai apabila berlangsung lebih dari satu hingga dua hari," ujarnya.
Baca Juga: Dari Self-Care ke Tanda Burnout, Mengenal Fenomena Bed Rotting di Kalangan Anak Muda
Sementara itu, psikolog Nicole Hollingshead menilai aktivitas yang dilakukan selama berada di tempat tidur turut menentukan dampaknya terhadap kesejahteraan mental.
"Semakin banyak riset menunjukkan adanya dampak buruk dari penggunaan media sosial dan ponsel terhadap kesehatan mental. Hollingshead menyatakan bahwa hal tersebut sangat berpengaruh pada kondisi psikologis, khususnya di kalangan dewasa muda," tuturnya.
Baca Juga: Konten Nostalgia Digandrungi Gen Z, Dari Tren Retro hingga Ikatan Emosional
Dalam perspektif Psikologi, kebiasaan ini dapat menjadi masalah jika memicu pola pasif berkepanjangan dan mengurangi interaksi sosial maupun aktivitas fisik.
Meski demikian, “bed rotting” masih dapat dilakukan secara lebih sehat jika dikontrol. Para ahli menyarankan agar waktu istirahat diisi dengan aktivitas yang lebih bermanfaat seperti membaca, meditasi, atau menulis.
Selain itu, penting untuk menetapkan batas waktu, misalnya menggunakan pengingat di ponsel, serta tidak menjadikannya kebiasaan harian agar tidak berkembang menjadi pola yang merugikan kesehatan mental. (rra/fir)
Editor : M Firman Syah