Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sudah Diet Gula Tapi Gula Darah Masih Tinggi? Ini Penyebabnya

Nurista Purnamasari • Jumat, 10 April 2026 | 14:34 WIB
Banyak orang beranggapan jika sudah diet gula pasti gula darah nornal, itu tak sepenuhnya benar. (PINTEREST)
Banyak orang beranggapan jika sudah diet gula pasti gula darah nornal, itu tak sepenuhnya benar. (PINTEREST)

RADAR SURABAYA - Banyak orang mengira bahwa dengan mengurangi konsumsi gula, kadar gula darah otomatis akan turun. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. 

Gula darah tinggi (hiperglikemia) bisa tetap terjadi meski seseorang sudah menjalani diet rendah gula. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, apa yang salah, dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab Gula Darah Masih Tinggi Meski Diet Gula

Menurut pakar kesehatan, ada beberapa faktor yang memengaruhi kadar gula darah selain konsumsi gula:

Baca Juga: Alternatif Karbohidrat Sehat untuk Penderita Diabetes: Pilihan Bijak untuk Menjaga Gula Darah

- Resistensi insulin: tubuh tidak merespons insulin dengan baik sehingga glukosa tetap tinggi dalam darah.

- Karbohidrat tersembunyi: makanan olahan, tepung putih, nasi, atau roti tetap meningkatkan glukosa meski tidak terasa manis.

- Kurang tidur: penelitian menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan resistensi insulin dan kadar gula darah.

Baca Juga: WFH Jumat Pemkot Surabaya Dimulai, ASN Tetap Wajib Kerja Bakti

- Stres: hormon kortisol yang meningkat saat stres dapat memicu lonjakan gula darah.

- Kurang aktivitas fisik: olahraga membantu sel menyerap glukosa, sehingga kurang gerak membuat gula darah tetap tinggi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Diabetes Care Journal menemukan bahwa resistensi insulin adalah penyebab utama gula darah tetap tinggi meski asupan gula rendah.

Baca Juga: Bakteri Purba 5.000 Tahun Ditemukan di Gua Es Rumania, Kebal Antibiotik Modern

Penelitian lain dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa durasi tidur kurang dari 6 jam per malam meningkatkan risiko hiperglikemia hingga 40%.

Apa yang Salah?

Kesalahan umum adalah menganggap hanya gula yang berpengaruh. Padahal, karbohidrat kompleks dan pola hidup juga menentukan. 

Misalnya, seseorang bisa menghindari minuman manis tetapi tetap mengonsumsi nasi putih dalam jumlah besar, yang cepat diubah menjadi glukosa.

Cara Mengatasinya

- Perhatikan total karbohidrat, bukan hanya gula.
- Tingkatkan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari.
- Kelola stres dengan meditasi atau teknik relaksasi.
- Tidur cukup 7–8 jam per malam.
- Konsultasi dengan dokter untuk memeriksa resistensi insulin atau kondisi medis lain.

Baca Juga: Komunitas Waria dan Homoseksual di Surabaya Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial

Diet gula saja tidak cukup untuk menjaga kadar gula darah. Faktor lain seperti resistensi insulin, stres, kurang tidur, dan konsumsi karbohidrat tersembunyi harus diperhatikan. 

Dengan pendekatan menyeluruh, kadar gula darah bisa lebih terkendali dan risiko komplikasi dapat ditekan. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#diet gula #hiperglikemia #karbohidrat kompleks #kesehatan #gula darah