Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Usung Konsep Food Truck di Atas Bajaj, Cara Kreatif Menjangkau Pelanggan di Surabaya

Andy Satria • Selasa, 7 April 2026 | 16:24 WIB
KREATIF: Billy Pranata menyiapkan mi ayam pesanan pelanggan di dalam bajaj yang telah dimodifikasi menjadi dapur di Jalan Karimun Jawa, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
KREATIF: Billy Pranata menyiapkan mi ayam pesanan pelanggan di dalam bajaj yang telah dimodifikasi menjadi dapur di Jalan Karimun Jawa, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Ide kreatif terus bermunculan di dunia kuliner Kota Pahlawan. Salah satunya dilakukan Toko Mie 865 yang menghadirkan konsep berjualan mi ayam menggunakan bajaj yang dimodifikasi layaknya food truck.

Konsep ini membuat mereka bisa berpindah tempat dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Pengelola Toko Mie 865, Billy Pranata, mengatakan bahwa usaha tersebut sudah berjalan sekitar tiga tahun. Pada awalnya, mereka membuka outlet di kawasan Pasar Tunjungan.

Baca Juga: Dari Dapur Sederhana, Perempuan Tangguh Ini Sukses Kembangkan Usaha Kue dan Banjir Pesanan Berkat Dukungan BRI

“Setahun terakhir ini kami pakai konsep bajaj seperti food truck supaya lebih mobile,” kata Billy, Selasa (7/4).

Menurut dia, berjualan di pinggir jalan memberikan jangkauan pelanggan yang lebih luas. Berbeda dengan area pusat kuliner yang biasanya didatangi pengunjung untuk bersantai atau mencari camilan.

“Kalau di tempat kuliner biasanya orang datang untuk nongkrong dan cari camilan. Kalau di pinggir jalan seperti ini lebih luas jangkauannya,” jelasnya.

Bajaj yang digunakan pun telah dimodifikasi pada bagian belakangnya. Bagian tersebut dibuat menyerupai mobil boks kecil yang difungsikan sebagai dapur sekaligus tempat menampilkan menu. “Belakang bajaj kami modif jadi seperti boks untuk masak dan display,” tambahnya.

Billy sempat berjualan di kawasan Tenggilis. Namun lokasi tersebut kerap mengalami genangan saat hujan sehingga pindah ke Jalan Karimun Jawa.

Baca Juga: Jatim Siaga Kekeringan, Puncak El Nino Diprediksi Agustus

Di lokasi itu, mereka beroperasi sejak pukul 10.00 hingga 16.00. Setelah itu, bajaj akan dipindahkan ke seberang jalan dan kembali melayani pelanggan mulai pukul 18.00 hingga tengah malam.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari mi ayam, gyoza, hingga bakso goreng. Sementara mi yang digunakan dibuat secara handmade dengan dua pilihan jenis, yakni mi keriting dan mi karet.

“Mi karet ukurannya lebih besar dan kenyal, sedangkan mi keriting lebih kecil,” ungkap Billy.

Billy menambahkan, pelanggan mereka cukup beragam. Pada siang hari, kebanyakan datang dari kalangan pekerja kantor yang mencari makan siang. Sementara malam hari lebih ramai oleh keluarga dan anak muda.

“Kalau malam biasanya keluarga datang habis magrib. Anak-anak muda biasanya lebih malam karena kita buka sampai jam 12,” katanya.

Meski begitu, konsep food truck masih memiliki tantangan tersendiri di Surabaya. Menurut Billy, usaha berbasis kendaraan sering kali masih dipandang sama dengan pedagang kaki lima pada umumnya.

“Padahal, konsepnya sudah dibuat lebih rapi dan good looking. Kadang masih dianggap seperti PKL biasa,” ujarnya. (sam)

Editor : Lambertus Hurek
#food truck #bajaj #mi keriting #mi ayam #kuliner surabaya