RADAR SURABAYA – Banyak orang fokus pada jenis makanan untuk menjaga berat badan. Namun, faktor ukuran piring kerap luput dari perhatian. Padahal, hal ini turut memengaruhi pola makan sehari-hari.
Ukuran piring disebut berpengaruh terhadap jumlah asupan makanan. Semakin besar piring yang digunakan, semakin besar pula kecenderungan seseorang mengambil porsi lebih banyak. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari.
Baca Juga: Dokter Ingatkan Risiko Melewatkan Sahur demi Cepat Turun Berat Badan
Dalam beberapa dekade terakhir, ukuran piring makan terus mengalami peningkatan. Diameternya bahkan bisa mencapai sekitar 30 sentimeter. Hal ini memberi ruang lebih luas untuk menyajikan makanan.
Akibatnya, porsi makan ikut meningkat. Selain itu, efek ilusi optik juga berperan dalam memengaruhi persepsi. Makanan dalam jumlah sama akan terlihat lebih sedikit saat disajikan di piring besar.
Baca Juga: Berat Badan Turun Saat Puasa Ramadan, Ini Batas Aman Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Kondisi ini mendorong seseorang untuk menambah porsi makan. Sejumlah penelitian menunjukkan orang cenderung makan lebih banyak saat menggunakan piring besar. Terutama ketika tidak fokus saat makan.
Fenomena ini dikenal sebagai portion distortion. Istilah tersebut merujuk pada perubahan persepsi terhadap porsi normal akibat kebiasaan dan lingkungan. Tren porsi besar di restoran turut memperkuat kebiasaan ini.
Baca Juga: 6 Rahasia Pola Makan Sehat agar Tubuh Bugar dan Berat Badan Ideal
Dalam jangka panjang, konsumsi berlebih meningkatkan asupan kalori. Kondisi ini berisiko memicu kenaikan berat badan. Bahkan, dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan jantung.
Untuk mengatasinya, penggunaan piring berukuran lebih kecil disarankan. Selain itu, penting menerapkan pola makan teratur. Langkah ini membantu menjaga porsi tetap terkontrol dan kesehatan terjaga. (she/fir)