RADAR SURABAYA - Seiring berjalannya waktu, tren-tren di dunia kecantikan, mode, dan gaya hidup terus berkembang dan berganti, termasuk dalam hal gaya rambut.
Salah satu gaya rambut paling ikonik dalam sejarah mode adalah model rambut bob.
Potongan pendek hingga sebatas rahang ini bukan hanya sekadar tren kecantikan, melainkan juga simbol perubahan sosial yang besar.
Baca Juga: Penetrasi Internet Makin Masif, Radar Surabaya Tetap Dibutuhkan untuk Menyaring Hoaks
Sejak pertama kali diperkenalkan lebih dari seabad lalu, bob terus berevolusi dan tetap menjadi pilihan populer lintas generasi.
Baik tua, muda, remaja, anak-anak semuanya menyukainya dan pantas dengan potongan model tersebut.
Sejarah Awal Rambut Bob
Rambut bob pertama kali muncul pada akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1890-an.
Baca Juga: 3.508 Wisman Gunakan Kereta Api di Daop 8 Surabaya Saat Lebaran 2026
Aktris Prancis Polaire menjadi salah satu tokoh pertama yang berani tampil dengan rambut pendek, sebuah hal yang dianggap tidak lazim pada masa itu.
Kala itu, perempuan identik dengan rambut panjang sebagai simbol feminitas. Kehadiran bob menjadi bentuk perlawanan terhadap norma tradisional dan membuka jalan bagi gaya baru yang lebih modern.
Memasuki awal abad ke-20, bob semakin dikenal luas berkat ikon mode Coco Chanel.
Baca Juga: Tukang Cukur di Lakarsantri Surabaya Dianiaya Pria Tak Dikenal, Korban Lapor Polisi
Chanel menjadikan bob sebagai bagian dari citra perempuan modern yang mandiri, elegan, dan bebas dari keterikatan tradisi lama.
Potongan ini kemudian diikuti oleh banyak perempuan di Eropa dan Amerika, terutama pada era 1920-an yang dikenal dengan sebutan “Roaring Twenties”.
Bob juga menjadi bagian dari gerakan feminisme. Potongan rambut pendek dianggap sebagai simbol kebebasan perempuan untuk menentukan gaya hidup dan penampilan mereka sendiri.
Seiring waktu, bob terus berkembang dengan berbagai variasi, mulai dari classic bob yang lurus setara rahang, layered bob dengan potongan bertingkat, hingga long bob (lob) yang lebih panjang hingga bahu.
Baca Juga: Disorot Dunia! Chant Anti-Muslim Muncul di Laga Spanyol vs Mesir
Evolusi dan Popularitas
Popularitas bob tidak pernah surut. Pada era 1960-an, bob kembali mencuat berkat penata rambut legendaris Vidal Sassoon, yang memperkenalkan bob dengan potongan geometris dan lebih modern. Gaya ini kemudian menjadi ciri khas banyak selebritas dan tokoh publik.
Di era kontemporer, bob hadir dalam berbagai bentuk seperti textured bob dengan gaya messy atau bergelombang, serta bob dengan poni yang memberi kesan lebih muda.
Fleksibilitas bob membuatnya cocok untuk berbagai bentuk wajah dan mudah disesuaikan dengan tren mode yang terus berubah.
Baca Juga: Drama 24 Tahun Berakhir, Turki Kembali ke Piala Dunia!
Kenapa Rambut Bob Abadi
Ada beberapa alasan mengapa bob tetap populer hingga kini. Pertama, bob adalah gaya yang sederhana namun elegan, mudah dirawat, dan tetap terlihat stylish.
Kedua, bob fleksibel karena bisa disesuaikan dengan berbagai gaya, baik formal maupun kasual.
Ketiga, bob memiliki makna historis sebagai simbol empowerment perempuan, sehingga potongan ini tidak hanya sekadar estetika tetapi juga identitas.
Baca Juga: Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Catatan Buruk Berlanjut Tiga Edisi Beruntun
Terakhir, bob adalah tren lintas generasi. Dari Polaire dan Coco Chanel hingga selebritas masa kini, bob selalu relevan dan menjadi pilihan utama di panggung mode maupun kehidupan sehari-hari.
Di Indonesia, artis yang sempat viral dan membawa kepopuleran bob adalah Dian Sastrowardoyo.
Dari yang biasa berambut panjang nan cantik, di tahun 2016 Dian Sastrowardoyo memotong rambutnya menjadi bob.
Dian Sastrowardoyo memilih model bob pendek yang dipadukan dengan gaya edgy. Model tersebut menjadi inspirasi gaya rambut banyak wanita Indonesia saat itu.
Sejarah rambut bob menunjukkan bahwa gaya rambut bisa menjadi lebih dari sekadar penampilan.
Bob lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap norma lama, berkembang sebagai simbol kebebasan perempuan, dan bertahan sebagai tren abadi yang terus berevolusi.
Hingga kini, bob tetap menjadi pilihan populer karena kesederhanaan, fleksibilitas, dan makna mendalam yang melekat pada potongan rambut ini. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari