RADAR SURABAYA — Momen Lebaran identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga. Aktivitas seperti menggendong, memeluk, hingga mencium bayi kerap dilakukan sebagai bentuk kasih sayang. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat membawa risiko kesehatan bagi bayi.
Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan template story di Instagram yang mengimbau masyarakat untuk menghindari mencium dan memeluk bayi saat Lebaran. Imbauan tersebut bertujuan untuk mencegah penularan penyakit menular, seperti Campak dan Influenza.
Dokter spesialis anak, Anton D Saputra, menjelaskan bahwa langkah tersebut cukup efektif untuk menekan risiko penularan penyakit, terutama campak yang sangat mudah menyebar.
“Campak itu sangat infeksius. Penularannya bahkan bisa terjadi empat hari sebelum ruam muncul di kulit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum ruam muncul, penderita biasanya mengalami fase prodromal, yaitu fase awal saat gejala mulai timbul namun belum terlihat jelas. Pada tahap ini, pasien umumnya mengalami demam disertai gejala 3C, yakni cough (batuk), coryza (pilek), dan conjunctivitis (mata merah).
Gejala tersebut menandakan bahwa penderita sudah dapat menularkan virus, meskipun secara kasat mata terlihat sehat. Kondisi ini menjadi berisiko bagi bayi dan balita yang memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah.
Baca Juga: Gawat! Indonesia Duduki Posisi Kedua Kasus Campak Tertinggi Dunia
Anton juga menyoroti bahwa kasus campak sebenarnya telah lama ada dan vaksin pencegahannya pun tersedia. Namun, cakupan imunisasi sempat menurun selama pandemi, sehingga meningkatkan kembali risiko penyebaran penyakit.
Selain campak, aktivitas seperti mencium, memeluk, atau menggendong bayi juga berpotensi menularkan penyakit lain yang menyebar melalui droplet, seperti flu dan batuk pilek.
“Batuk pilek kan kita tidak pernah tahu apakah kita benar-benar bersih atau tidak. Jadi sebaiknya lebih berhati-hati,” tambahnya.
Baca Juga: Surabaya Waspada KLB Campak meski Imunisasi Lampaui Target
Karena itu, para orang tua disarankan lebih selektif dalam membiarkan orang lain berinteraksi langsung dengan bayi, terutama saat momen berkumpul seperti Lebaran yang melibatkan banyak orang. Langkah pencegahan sederhana ini penting untuk menjaga kesehatan bayi dari risiko penularan penyakit. (rif/fir)
Editor : M Firman Syah