Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dokter Ingatkan Risiko Melewatkan Sahur demi Cepat Turun Berat Badan

Muhammad Firman Syah • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:20 WIB

 Ilustrasi Sahur.
Ilustrasi Sahur.

Radar Surabaya – Sebagian orang sengaja melewatkan sahur dengan harapan berat badan dapat turun lebih cepat selama Ramadan. Padahal, kebiasaan tersebut justru berpotensi menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan.

Dokter spesialis penyakit dalam, Aru Ariadno, menegaskan bahwa sahur sebaiknya tetap dilakukan karena memiliki manfaat penting, baik dari sisi kesehatan maupun spiritual.

“Kalau saya sarankan sebaiknya jangan ya, usahakan sahur. Karena dari beberapa hadis disebutkan bahwa keberkahan puasa itu ada di sahur, jadi harus diusahakan,” ujarnya.

Baca Juga: Minuman yang Sebaiknya Dibatasi Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Menurut Aru, jika seseorang tidak makan sahur dan terakhir makan sekitar pukul 21.00 WIB, maka durasi puasa menjadi terlalu panjang. Kondisi tersebut membuat lambung kosong dalam waktu lama sehingga berpotensi memicu gangguan pencernaan.

Selain itu, tubuh juga bisa lebih cepat merasa lemas karena tidak memiliki cadangan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

Baca Juga: Puasa Masuk Hari ke-11, Jangan Malas Sahur karena Banyak Manfaatnya untuk Kesehatan

Bagi mereka yang sedang menjalani diet atau khawatir berat badan meningkat selama Ramadan, Aru tetap menyarankan agar sahur tidak dilewatkan. Kuncinya adalah mengatur komposisi makanan dengan gizi seimbang.

Ia juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu tinggi gula saat sahur karena dapat membuat rasa lapar datang lebih cepat.

“Kalau sahurnya terlalu manis, sebentar saja kita sudah lapar, karena gula cepat diserap tubuh,” jelasnya.

Baca Juga: Diet Mediterania Kembali Jadi Pola Makan Terbaik, Sehat dan Mudah Diterapkan Jangka Panjang

Aru menyarankan agar menu sahur terdiri dari makanan tinggi serat, protein yang cukup, serta karbohidrat dalam porsi seimbang. Kombinasi tersebut dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama sekaligus menjaga energi selama berpuasa.

Dengan demikian, melewatkan sahur bukanlah cara yang tepat untuk menurunkan berat badan. Mengatur pola makan sehat dan seimbang justru menjadi kunci untuk menjaga kesehatan sekaligus membantu pengelolaan berat badan selama Ramadan. (rif/fir)

Editor : M Firman Syah
#berat badan #sahur #puasa #kesehatan #ramadan