Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Minuman yang Sebaiknya Dibatasi Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Muhammad Firman Syah • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:50 WIB

Waspada puasa: hindari soda, kopi, lemon, es, dan susu saat berbuka.
Waspada puasa: hindari soda, kopi, lemon, es, dan susu saat berbuka.

RADAR SURABAYA – Memilih minuman saat sahur maupun berbuka puasa tidak bisa dilakukan sembarangan. Setelah berjam-jam menahan lapar dan dahaga, tubuh—terutama sistem pencernaan—berada dalam kondisi sensitif. Alih-alih menyegarkan, beberapa jenis minuman justru berpotensi memicu kembung, mual, hingga nyeri lambung.

Salah satu yang perlu dibatasi adalah minuman bersoda. Sensasi dingin dan bergelembung memang terasa menyegarkan, namun efeknya hanya sesaat. Kandungan karbonasi dapat meningkatkan produksi gas di lambung sehingga memicu kembung. Saat dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, soda juga berisiko meningkatkan asam lambung yang menimbulkan rasa perih.

Baca Juga: Lima Bagian Tanaman Kopi Selain Biji yang Bisa Diseduh Jadi Minuman

Air es juga kerap menjadi pilihan untuk melepas dahaga. Padahal, suhu yang terlalu dingin dapat membuat lambung “terkejut” setelah seharian kosong. Akibatnya, perut terasa tidak nyaman. Air putih suhu ruang atau hangat dinilai lebih aman saat berbuka pertama kali. Jika ingin minuman dingin, sebaiknya dikonsumsi setelah perut terisi makanan.

Kopi pun perlu diperhatikan. Kandungan kafein dapat merangsang produksi asam lambung dan memicu nyeri jika diminum saat perut kosong. Selain itu, kopi dapat meningkatkan rasa lapar. Konsumsi kopi bukan berarti dilarang, namun perlu pengaturan waktu. Saat sahur, kopi sebaiknya diminum setelah makan utama dan diakhiri dengan air putih. Sementara saat berbuka, beri jeda yang cukup, misalnya setelah salat tarawih, agar lambung tidak teriritasi.

Baca Juga: Kasus Pencurian Minuman Saset di Warkop Jalan Manukan Kasman Surabaya Berakhir Damai

Air lemon yang dikenal menyegarkan juga kurang disarankan saat berbuka dalam kondisi perut kosong. Kandungan asamnya dapat memicu perih. Alternatif yang lebih ramah bagi lambung adalah air mentimun yang tetap memberi sensasi segar tanpa risiko iritasi.

Susu pun sebaiknya dikonsumsi dengan bijak. Meski kaya nutrisi, minum susu saat perut kosong setelah berpuasa bisa menyebabkan mual pada sebagian orang. Waktu yang lebih tepat adalah saat sahur untuk membantu suplai energi, atau sebelum tidur guna mendukung kualitas istirahat.

Baca Juga: Air Kelapa Muda Diklaim Mampu Bersihkan Ginjal, Ini Penjelasan Medis yang Sebenarnya

Lalu, apa pilihan terbaik? Air putih tetap menjadi rekomendasi utama untuk menghidrasi tubuh dan membantu proses detoksifikasi alami. Teh manis hangat dapat menjadi pilihan tambahan yang lebih aman. Buah segar serta jus tanpa tambahan gula berlebih juga baik untuk menjaga hidrasi. Air kelapa pun bisa menjadi alternatif karena mengandung elektrolit alami yang membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Dengan memahami jenis minuman yang perlu dibatasi, umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih nyaman dan sehat. Kuncinya adalah tidak tergoda sensasi sesaat serta memperhatikan kondisi lambung yang sedang beradaptasi setelah seharian berpuasa. (sry/fir)

Editor : M Firman Syah
#asam lambung #sahur dan berbuka #kopi #hidrasi tubuh #kafein