Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Puasa Masuk Hari ke-11, Jangan Malas Sahur karena Banyak Manfaatnya untuk Kesehatan

Nofilawati Anisa • Minggu, 1 Maret 2026 | 05:14 WIB

NIKMAT: Sahur menjadi modal bagi tubuh untuk mendapatkan energi agar aktivitas selama puasa berjalan dengan baik.
NIKMAT: Sahur menjadi modal bagi tubuh untuk mendapatkan energi agar aktivitas selama puasa berjalan dengan baik.

RADAR SURABAYA – Puasa Ramadan sudah berjalan 10 hari. Sudah sepertiga jalan, yang artinya masih ada dua pertiga lagi untuk selanjutnya akan bertemu dengan Idulfitri.

Di sepertiga bulan Ramadan ini, apakah godaan melewatkan makan sahur masih Anda alami?

Saat bangun terasa berat dan Anda merasa masih sanggup berpuasa tanpa makan lebih dulu.

Apalagi jika semalam tidur terlalu larut atau merasa tubuh sudah terbiasa menahan lapar.

Namun, meninggalkan sahur bukan pilihan yang bijak untuk kesehatan.

Sahur bukan sekadar formalitas sebelum imsak. Waktu makan ini memiliki peran penting dalam menjaga energi, konsentrasi, dan kestabilan tubuh selama menjalani puasa seharian.

Sahur Bantu Jaga Energi Lebih Stabil
Ketika berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama belasan jam.

Sahur menjadi “bahan bakar” awal yang akan digunakan tubuh untuk beraktivitas hingga waktu berbuka.

Tanpa sahur, tubuh lebih cepat kehabisan cadangan energi. Akibatnya, tubuh bisa merasa lemas, sulit fokus, mudah mengantuk.

Bahkan berisiko mengalami penurunan gula darah, terutama jika aktivitas cukup padat.

Mencegah Dehidrasi dan Gangguan Pencernaan
Selain makan, sahur juga penting untuk memenuhi kebutuhan cairan.

Jika kamu melewatkan sahur, waktu minum jadi lebih singkat sehingga risiko dehidrasi meningkat.

Tak hanya itu, perut kosong terlalu lama bisa memicu asam lambung naik pada sebagian orang.

Dengan sahur yang tepat, sistem pencernaan tetap bekerja lebih stabil dan tubuh terasa lebih nyaman sepanjang hari.

Tetap Kuat Bukan Berarti Tak Butuh Sahur
Mungkin kamu merasa “baik-baik saja” meski tanpa sahur. Tapi kondisi tubuh yang tampak kuat belum tentu ideal untuk jangka panjang.

Puasa yang dijalani dengan pola makan tidak teratur bisa berdampak pada:
1. Penurunan konsentrasi
2. Mudah tersinggung karena gula darah turun
3. Produktivitas kerja menurun
4. Risiko sakit kepala atau pusing

Dengan sahur, tubuh mendapat asupan karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cairan yang membantu menjaga kestabilan fisik maupun emosional.

Pilih Menu Sahur yang Tepat
Agar manfaat sahur maksimal, pilih makanan yang memberi energi tahan lama. Kamu bisa mempertimbangkan:
1. Nasi atau sumber karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum
2. Lauk berprotein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe
3. Sayur dan buah untuk asupan serat
4. Air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi
5. Hindari makanan terlalu asin atau terlalu manis karena bisa membuat cepat haus dan lapar.

Sahur adalah Bentuk Ikhtiar Menjaga Tubuh
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga tubuh agar tetap sehat.

Sahur adalah salah satu bentuk ikhtiar sederhana yang berdampak besar pada kualitas puasa.

Jadi, meski merasa kuat, usahakan tetap bangun dan makan sahur.

Tubuh akan berterima kasih karena Anda memberinya energi yang cukup untuk menjalani hari dengan lebih optimal. (kab/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#pencernaan #manfaat sahur #sahur #kesehatan #bulan puasa #bulan ramadan