Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

IPK Tinggi Belum Tentu Lolos, Soft Skill Kini Jadi Penentu

Muhammad Firman Syah • Jumat, 27 Februari 2026 | 04:02 WIB

 Ilustrasi Soft Skills vs Nilai Akademik.
Ilustrasi Soft Skills vs Nilai Akademik.

RADAR SURABAYA — Dalam proses rekrutmen, perusahaan kini tidak lagi hanya terpaku pada nilai akademik. Kemampuan soft skills menjadi faktor yang kian diperhitungkan. Lantas, di antara soft skill dan nilai akademik, mana yang lebih penting?

Perubahan kebutuhan dunia kerja menjadi salah satu penyebabnya. Di era digital, perusahaan tidak hanya mencari kandidat dengan capaian akademik tinggi, tetapi juga individu yang mampu berkomunikasi efektif, bekerja dalam tim, serta memiliki kemampuan problem solving yang baik. Karena itu, soft skill kerap menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.

Baca Juga: Miss Teenager Indonesia Ajang Asah Bakat, Pengetahuan hingga Soft Skill

Nilai akademik seperti indeks prestasi kumulatif (IPK) pada dasarnya mencerminkan pemahaman teori dan kemampuan kognitif seseorang. Capaian tersebut menunjukkan disiplin, konsistensi, dan penguasaan materi sesuai bidang studi. Namun, kecerdasan akademik belum tentu menjamin seseorang mampu bekerja di bawah tekanan atau beradaptasi dengan dinamika lingkungan kerja.

Di sisi lain, soft skill berperan besar dalam perkembangan karier jangka panjang. Kemampuan komunikasi membantu membangun relasi profesional. Sikap tanggung jawab, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi mendukung peningkatan kinerja di tempat kerja. Individu dengan soft skill yang kuat cenderung lebih mudah berkembang dan dipercaya memegang tanggung jawab lebih besar.

Baca Juga: Hingga November 2025, 79 Ribu Pekerja Kehilangan Pekerjaan, Terbanyak di Jawa Barat

Meski demikian, nilai akademik tetap menjadi indikator dasar kompetensi intelektual. Terutama pada tahap awal seleksi, capaian akademik sering digunakan sebagai parameter penyaringan kandidat.

Karena itu, persoalannya bukan memilih salah satu, melainkan bagaimana menyeimbangkan keduanya. Mahasiswa yang mampu menjaga prestasi akademik sekaligus mengembangkan soft skill akan memiliki keunggulan kompetitif serta kesiapan lebih matang saat memasuki dunia profesional. (btl/fir)

Editor : M Firman Syah
#Era Digital #indeks prestasi kumulatif #soft skill #Rekrutmen #lingkungan kerja