Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kenali Coping Mechanism Sehat dan Tidak Sehat, Jangan Salah Kelola Stres

Muhammad Firman Syah • Kamis, 26 Februari 2026 | 13:03 WIB

Coping Mechanism: Kenali coping sehat dan tidak sehat demi menjaga keseimbangan mental jangka panjang
Coping Mechanism: Kenali coping sehat dan tidak sehat demi menjaga keseimbangan mental jangka panjang

RADAR SURABAYA — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental kian meningkat. Namun, setiap individu memiliki cara berbeda dalam menghadapi stres, tekanan, maupun konflik hidup. Cara tersebut dikenal sebagai coping mechanism atau mekanisme koping, yakni strategi untuk mengelola emosi dan tekanan.

Para ahli menegaskan, tidak semua coping mechanism berdampak positif. Ada strategi yang membantu pemulihan jangka panjang, tetapi ada pula yang hanya memberi kelegaan sementara dan berisiko memperburuk kondisi bila dilakukan terus-menerus.

Berikut lima coping mechanism yang tergolong sehat dan membantu menjaga keseimbangan emosional:

1. Menghadapi Masalah Secara Langsung
Mengidentifikasi sumber stres dan menyelesaikannya secara bertahap merupakan langkah konstruktif. Pendekatan ini membantu mengurangi kecemasan akibat penundaan serta melatih ketahanan mental dan kemampuan problem solving.

Baca Juga: Forest Bathing, Cara Sederhana Redakan Stres dan Jaga Kesehatan Mental

2. Berbicara dengan Orang Terpercaya
Dukungan sosial memegang peranan penting. Berbagi cerita dengan teman dekat atau keluarga memberi rasa didengar dan dipahami. Validasi emosional kerap membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang berbeda.

3. Menekuni Hobi atau Berolahraga
Aktivitas kreatif seperti menulis, melukis, atau bermain musik, serta olahraga seperti berlari dan bersepeda, terbukti efektif meredakan stres. Kegiatan tersebut menjadi saluran pelepasan emosi yang sehat sekaligus meningkatkan suasana hati.

4. Mengenali Pemicu Emosi (Trigger)
Kesadaran diri terhadap situasi yang memicu respons negatif sangat penting, terutama bagi individu yang rentan cemas atau impulsif. Dengan memahami pola reaksi diri, seseorang dapat menyiapkan strategi pengendalian sebelum emosi memuncak.

5. Mencari Bantuan Profesional
Saat tekanan terasa terlalu berat, konseling atau terapi menjadi langkah bijak. Bantuan profesional membantu individu memahami pola pikir dan perilaku secara lebih objektif serta menyediakan ruang aman untuk memproses emosi.

Di sisi lain, terdapat coping mechanism yang tidak sehat. Cara ini mungkin terasa efektif dalam jangka pendek, tetapi berpotensi menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang.

Baca Juga: Mindful Walking, Seni Melangkah untuk Meredakan Stres di Era Modern

1. Menghindari Masalah
Mengabaikan persoalan atau berpura-pura tidak terjadi apa-apa hanya menunda penyelesaian. Masalah yang ditekan cenderung muncul kembali dengan intensitas lebih besar.

2. Tidur Berlebihan
Tidur sebagai bentuk pelarian dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan produktivitas. Kebiasaan ini berisiko memperburuk suasana hati serta meningkatkan isolasi sosial.

3. Konsumsi Alkohol atau Obat Secara Berlebihan
Mengandalkan zat tertentu untuk meredam emosi negatif sangat berbahaya. Selain memicu ketergantungan, cara ini dapat memperburuk kondisi fisik maupun psikologis.

4. Belanja Impulsif
“Retail therapy” yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi perilaku konsumtif dan berdampak pada kondisi finansial. Rasa bersalah setelahnya justru menambah beban pikiran.

5. Pola Makan Tidak Seimbang
Makan berlebihan atau justru menahan makan sebagai respons emosional dapat mengganggu kesehatan fisik dan stabilitas suasana hati.

Baca Juga: Kenali Gejala Stres yang Sering Tak Disadari, dari Gangguan Tidur hingga Masalah Pencernaan

Nikki Dugger, Integrated Care Manager di Centerstone, menyebut manusia secara alami cenderung kembali pada mekanisme koping yang tidak sehat karena dilakukan secara otomatis. Ia menekankan pentingnya evaluasi diri secara rutin agar strategi yang digunakan benar-benar mendukung kesehatan mental.

Memilih coping mechanism yang sehat membutuhkan kesadaran, latihan, dan konsistensi. Meski setiap orang mungkin pernah menggunakan cara yang kurang adaptif, perubahan ke arah strategi yang lebih sehat tetap mungkin dilakukan demi kesejahteraan mental jangka panjang. (sry/fir)

Editor : M Firman Syah
#dukungan sosial #kesehatan mental #coping mechanism #Self Improvement #stres