RADAR SURABAYA – Kebiasaan minum susu setiap hari masih menjadi perdebatan di kalangan ahli kesehatan. Sebagian menyebut susu baik untuk tubuh, namun ada pula yang mengingatkan potensi risikonya jika dikonsumsi berlebihan.
Dilansir dari sejumlah laporan ilmiah pada Jumat (6/2), sebuah penelitian besar yang melibatkan lebih dari 460 ribu orang dewasa di Tiongkok mencoba menelaah dampak konsumsi susu terhadap kesehatan jantung. Dalam studi jangka panjang tersebut, partisipan dikelompokkan berdasarkan frekuensi konsumsi produk olahan susu, mulai dari yang tidak pernah hingga lebih dari empat kali per minggu.
Baca Juga: Pabrik Susu Palsu di Gujarat India Digerebek, Pakai Bahan Deterjen hingga Pupuk Urea
Hasil penelitian menunjukkan, individu yang rutin mengonsumsi produk susu dalam jumlah moderat cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke hemoragik. Temuan tersebut juga berkaitan dengan indeks massa tubuh yang lebih terkontrol serta tekanan darah yang lebih stabil—dua faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Namun, penelitian yang sama menemukan catatan penting. Konsumsi susu dalam jumlah tinggi, yakni sekitar empat porsi atau lebih per minggu, dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung iskemik hingga sekitar 11 persen. Artinya, meski ada potensi manfaat, konsumsi berlebihan tetap dapat membawa dampak kurang baik bagi sebagian orang.
Baca Juga: Apa Hubungan Gerd dan Serangan Jantung? Berikut Penjelasan Dosen FK Ubaya
Para peneliti menekankan, temuan ini tidak serta-merta menjadikan susu sebagai faktor risiko utama. Pola makan keseluruhan, gaya hidup, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan individu tetap berperan besar dalam menentukan risiko penyakit jantung.
Karena itu, konsumsi susu tetap dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat selama dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Penelitian lanjutan di berbagai populasi dengan kebiasaan makan berbeda masih diperlukan untuk memperkuat temuan tersebut. (she/fir)