SURABAYA – Ramadan tak pernah kehilangan makna sebagai bulan suci penuh keberkahan. Namun, di tangan Generasi Z, suasana Ramadan hadir dengan warna berbeda. Bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagaimana bulan suci dijalani di tengah derasnya arus digital.
Bagi sebagian besar Gen Z, Ramadan tetap menjadi momentum memperkuat spiritualitas. Bedanya, akses teknologi yang semakin mudah membuat mereka lebih leluasa mendalami ilmu agama melalui berbagai platform digital.
Seorang mahasiswa, Fadhil, mengaku kajian daring, ceramah di YouTube, hingga aplikasi pengingat ibadah sangat membantu menjaga konsistensi selama Ramadan.
“Sekarang lebih praktis. Bisa dengar podcast Islami atau siaran langsung ustaz favorit lewat media sosial,” ujarnya.
Baca Juga: Masjid Al Akbar Surabaya Siapkan Spot Digital untuk Tarik Gen Z ke Masjid Saat Ramadan
Beragam aplikasi keagamaan seperti Muslim Pro dan Quran Best turut memudahkan generasi muda mengatur jadwal salat, membaca Al-Qur’an, hingga mengakses doa harian. Teknologi menjadi sarana pendukung agar ibadah tetap terjaga di tengah aktivitas yang padat.
Tak hanya itu, Ramadan di era media sosial juga diwarnai budaya berbagi. Gen Z aktif terlibat dalam kampanye sosial digital, penggalangan dana, hingga menyebarkan konten bernuansa positif. Momen berbuka puasa atau kegiatan keagamaan kerap dibagikan sebagai bentuk inspirasi.
Baca Juga: Berpikir Kritis, Bekal Penting Anak Muda Hadapi Era Digital
Meski demikian, tantangan tetap ada. Sebagian anak muda menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan pendalaman ibadah. Mereka berupaya membagikan konten yang bermanfaat tanpa terjebak pada kesan pamer ibadah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan bagi Gen Z bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga. Di tengah ritme kehidupan yang cepat dan serba terkoneksi, bulan suci menjadi ruang jeda untuk refleksi diri.
Baca Juga: Latih Gen Z Jadi Wirausaha, Pemkot Surabaya Gelontorkan Dana Rp 5 Juta per RW
Dukungan teknologi dan dinamika media sosial membentuk cara baru dalam menjalani Ramadan. Namun pada akhirnya, nilai spiritual tetap menjadi inti yang dijaga. Bagi Generasi Z, Ramadan bukan hanya tradisi tahunan, melainkan momentum refleksi yang relevan dengan zaman tanpa kehilangan makna dasarnya. (rra/fir)
Editor : M Firman Syah