RADAR SURABAYA – Perubahan pola kerja dalam beberapa tahun terakhir ikut menggeser cara orang bepergian. Salah satu tren yang kian berkembang adalah bleisure tourism, konsep perjalanan yang menggabungkan agenda bisnis dan aktivitas liburan dalam satu waktu dan destinasi.
Istilah bleisure berasal dari gabungan kata business dan leisure. Konsep ini memungkinkan seseorang menyelesaikan urusan profesional seperti rapat, kunjungan dinas, atau konferensi, sekaligus menikmati pengalaman wisata di kota yang sama. Perjalanan kerja tak lagi semata agenda formal di ruang rapat dan hotel.
Baca Juga: Tren Baru Liburan, Gen Z dan Milenial Kini Bidik Destinasi Anti-Mainstream
Tren ini banyak diminati generasi milenial dan Gen Z. Kedua generasi tersebut dikenal lebih fleksibel, adaptif, serta menempatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sebagai prioritas. Waktu luang di sela agenda kerja dimanfaatkan untuk menjelajahi destinasi lokal, mencicipi kuliner, hingga berinteraksi dengan budaya setempat.
Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan kualitas hidup menjadi pendorong utama. Dengan menambahkan unsur rekreasi dalam perjalanan dinas, tingkat kejenuhan dapat ditekan dan motivasi kerja tetap terjaga. Bleisure dinilai memberi ruang bagi profesional muda untuk tetap produktif tanpa sepenuhnya mengorbankan waktu bersantai.
Baca Juga: Mudik atau Liburan ke Kota Pahlawan? Ini 5 Keuntungan Sewa Motor di Surabaya untuk Hindari Macet
Perkembangan teknologi turut mempercepat tren ini. Akses internet, perangkat kerja digital, serta sistem kerja jarak jauh membuat batas antara bekerja dan berlibur semakin fleksibel. Pola kerja hibrida yang kini banyak diterapkan perusahaan membuka peluang lebih besar bagi konsep tersebut.
Fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga meluas di kawasan Asia-Pasifik. CEO Agoda, Omri Morgenshtern, menyebut banyak profesional sengaja memperpanjang perjalanan kerja untuk menikmati pengalaman lokal dan memaksimalkan waktu di destinasi.
Baca Juga: Akhiri Liburan Nataru dengan Naik Kuda di Taman Suroboyo
Meski menawarkan banyak keuntungan, bleisure tetap memiliki tantangan. Pelaku perjalanan harus disiplin mengatur waktu agar agenda profesional tidak terganggu. Di sisi lain, perusahaan juga perlu menyesuaikan kebijakan perjalanan dinas agar tetap mendukung fleksibilitas tanpa mengurangi tanggung jawab kerja.
Bleisure tourism kini berkembang sebagai bagian dari budaya kerja modern. Bagi milenial dan Gen Z, pengalaman, keseimbangan hidup, dan pencapaian profesional bukan lagi dua hal yang terpisah, melainkan berjalan beriringan. (shf/fir)
Editor : M Firman Syah