Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Demi Tren dan Gengsi, Gen Z Rentan Terjebak Pinjol

Muhammad Firman Syah • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:57 WIB

Hutang : Banyak kalangan Gen z Terlilit hutang.
Hutang : Banyak kalangan Gen z Terlilit hutang.

RADAR SURABAYA – Kemudahan akses dana instan menjadi pedang bermata dua bagi generasi Z. Di satu sisi, layanan pinjaman online (pinjol) menawarkan solusi cepat. Namun di sisi lain, kemudahan tersebut berpotensi menjerat anak muda dalam utang konsumtif.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan sekitar 80 persen Gen Z menjadikan faktor kemudahan sebagai pertimbangan utama saat mencari pinjaman online. Proses pengajuan yang praktis dan pencairan dana yang cepat dinilai lebih menarik dibanding meminjam kepada keluarga atau teman.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa 58 persen Gen Z menggunakan pinjol untuk kebutuhan konsumtif dan gaya hidup.

“Sekitar 80 persen Gen Z mengutamakan kemudahan mendapatkan dana saat membutuhkan sesuatu. Dibanding meminjam kepada teman yang belum tentu memberi, mereka kini lebih memilih mengajukan pinjaman melalui aplikasi pinjol karena dinilai lebih praktis,” ujarnya.

Menurut Friderica, tekanan sosial turut memengaruhi keputusan finansial generasi muda. Keinginan mengikuti tren, mulai dari gawai terbaru hingga outfit kekinian, kerap memicu rasa kurang percaya diri. Kondisi tersebut mendorong sebagian Gen Z mengambil jalan instan melalui pinjol maupun layanan paylater tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.

“Di usia Gen Z, komentar seperti ‘kok handphone-nya jadul?’ atau ‘kok bajunya itu-itu saja?’ bisa memicu rasa insecure. Dari situ muncul keputusan yang berisiko dan membahayakan,” katanya.

Gen Z pun dihadapkan pada tantangan menyeimbangkan kecakapan digital dengan literasi keuangan. Tanpa pemahaman yang memadai, kemudahan teknologi justru bisa berujung pada jeratan utang yang membebani masa depan finansial.

OJK mengingatkan anak muda agar lebih cermat mengelola keuangan dan tidak mudah tergoda pinjol untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Literasi keuangan dan pemahaman risiko menjadi kunci agar generasi Z tidak terperosok dalam utang konsumtif.

“Pesan saya untuk generasi Z, khususnya mahasiswa, penting untuk melek finansial di era digital. Manfaatkan kecakapan digital untuk hal-hal produktif. Kami juga akan terus aktif memberikan edukasi,” tandasnya. (rra/fir)

Editor : M Firman Syah
#pinjaman online #literasi keuangan #ojk #gaya hidup konsumtif #Gen Z