RADAR SURABAYA – Selama ini kopi identik dengan biji yang disangrai lalu diseduh menjadi minuman. Padahal, tanaman kopi memiliki sejumlah bagian lain yang juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan seduhan.
Berbagai bagian tanaman kopi, mulai kulit buah hingga daun, kini diolah menjadi alternatif minuman dengan cita rasa dan karakter berbeda.
Bagian pertama adalah kulit buah kopi atau cascara. Selama ini, cascara kerap dianggap sebagai limbah dari proses pengolahan biji. Padahal, setelah dikeringkan, kulit buah ini dapat diseduh layaknya teh. Rasanya cenderung manis alami dengan aroma buah yang khas. Belakangan, cascara mulai populer di kalangan penikmat kopi sebagai minuman alternatif.
Baca Juga: Kopi Susu Gula Aren Geser Miras, Jadi Tren Nongkrong Baru Anak Muda
Selain itu, daun kopi juga dapat diolah menjadi teh daun kopi atau coffee leaf tea. Seduhan ini memiliki rasa lebih ringan dibandingkan kopi pada umumnya, dengan kandungan kafein yang lebih rendah. Di sejumlah daerah penghasil kopi, minuman dari daun kopi telah lama dikonsumsi sebagai minuman tradisional.
Bunga kopi pun tak kalah menarik untuk diolah. Dengan aroma floral yang lembut dan rasa ringan, seduhan bunga kopi kerap diposisikan sebagai minuman herbal berkarakter unik. Karena proses pengolahannya terbatas, produk ini umumnya dipasarkan sebagai minuman premium.
Baca Juga: Hati-Hati! Ada Produk Kopi Ilegal Mengandung Obat Kuat Kimia
Bagian berikutnya adalah kulit tanduk atau parchment, yakni lapisan pelindung biji kopi yang tersisa setelah proses pengupasan. Kulit tanduk dapat dimanfaatkan sebagai bahan seduhan dengan cita rasa khas dan telah dikembangkan sebagai produk turunan di sejumlah negara produsen kopi.
Sementara itu, kulit ari atau silverskin lapisan tipis yang terlepas saat proses sangrai juga berpotensi diolah menjadi minuman. Meski jumlahnya relatif sedikit, silverskin diketahui mengandung senyawa antioksidan.
Baca Juga: Astra Dukung Pemberdayaan Ekonomi Desa Petani Kopi Garut
Pemanfaatan berbagai bagian tanaman kopi ini dinilai mampu mengurangi limbah produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku industri. Inovasi tersebut turut memperkaya ragam minuman berbasis kopi di pasar global. (she/fir)
Editor : M Firman Syah