Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Kerja Sampingan, Polyworking Jadi Pola Baru Dunia Kerja Gen Z

Muhammad Firman Syah • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:44 WIB

Polyworking: Gaya kerja lebih dari satu pekerjaan secara bersamaan yang menuntut tanggung jawab serius.
Polyworking: Gaya kerja lebih dari satu pekerjaan secara bersamaan yang menuntut tanggung jawab serius.

RADAR SURABAYA — Cara generasi muda memaknai pekerjaan kini mengalami pergeseran. Bekerja tak lagi identik dengan datang ke satu kantor, menempati satu jabatan, dan bergantung pada satu sumber penghasilan. Di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global, semakin banyak pekerja, khususnya generasi Z, memilih menjalani polyworking—mengelola lebih dari satu pekerjaan secara bersamaan.

Fenomena tersebut turut disoroti Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal. Menurutnya, tren polyworking dapat dilihat dari perubahan perilaku gen Z dalam memandang karier.

“Kita bisa melihat fenomena polyworking di gen Z ini dari berbagai perspektif. Pekerjaan yang sifatnya nine to five tidak lagi menjadi prioritas utama bagi mereka,” ujar Fithra.

Baca Juga: Tren Work from Cafe, Cold and Brew Citraland Surabaya Usung Konsep Co Working Space

Berbeda dari sekadar pekerjaan sampingan, polyworking menuntut tanggung jawab dan komitmen serius pada lebih dari satu peran sekaligus. Seseorang bisa menjalani dua hingga tiga pekerjaan yang sama-sama menyita waktu dan energi. Fenomena ini tak lagi bersifat individual, melainkan mulai membentuk pola baru dalam dunia kerja global.

Banyak pekerja muda kini mengombinasikan pekerjaan formal dengan kerja lepas, proyek digital, hingga usaha mandiri yang berjalan paralel. Faktor ekonomi menjadi alasan dominan. Penghasilan dari satu pekerjaan kerap dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama di kota dengan biaya hidup tinggi. Kebutuhan tempat tinggal, transportasi, pangan, dan layanan kesehatan terus meningkat, sementara kenaikan gaji tak selalu sebanding.

Baca Juga: “Work” Viral Global, No Na Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

Di sisi lain, polyworking mencerminkan perubahan cara gen Z memandang karier. Jika generasi sebelumnya mengejar stabilitas jangka panjang di satu perusahaan, gen Z cenderung lebih fleksibel dan adaptif. Mereka terbiasa mengembangkan beragam keterampilan dan tidak terpaku pada satu jalur karier. Bagi mereka, karier bersifat dinamis dan dapat dibentuk sesuai kebutuhan hidup.

Perkembangan teknologi turut mempercepat tren ini. Sistem kerja jarak jauh, platform digital, serta model kerja berbasis proyek memungkinkan seseorang menjalankan beberapa peran dalam waktu bersamaan. Selain menambah pemasukan, polyworking juga menjadi sarana memperluas jejaring profesional dan meningkatkan kompetensi lintas bidang.

Baca Juga: Generasi Z Tolak Budaya Hustle, Work-Life Balance Jadi Standar Baru di Perusahaan

Meningkatnya jumlah pekerja dengan lebih dari satu pekerjaan menunjukkan bahwa polyworking bukan sekadar tren sesaat. Fenomena ini menjadi respons rasional atas tantangan ekonomi yang kian kompleks. Selama biaya hidup terus meningkat dan pasar kerja masih fluktuatif, polyworking diperkirakan akan terus berkembang dan membentuk wajah baru dunia kerja modern, khususnya di kalangan gen Z. (shf/fir)

Editor : M Firman Syah
#ekonomi #tren karier gen z #Gen Z #dunia kerja #polyworking