RADAR SURABAYA - Setiap tanggal 10 Februari, masyarakat dunia memperingati Hari Kacang-Kacangan Sedunia atau World Pulses Day. Peringatan ini bukan sekadar selebrasi makanan sehat, melainkan momentum global untuk mengingatkan betapa pentingnya kacang-kacangan dalam kehidupan manusia.
Kacang merah, lentil, buncis, kacang polong, dan berbagai jenis kacang lainnya merupakan sumber protein nabati yang terjangkau, bergizi tinggi, serta ramah lingkungan.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan krisis pangan, kacang-kacangan menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Sejarah Hari Kacang-Kacangan Sedunia
Hari Kacang-Kacangan Sedunia berawal dari penetapan Tahun Internasional Kacang-Kacangan (International Year of Pulses/IYP) pada 2016 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kampanye global ini dipimpin oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang manfaat kacang-kacangan, baik dari sisi gizi maupun lingkungan.
Melihat dampak positif dari IYP 2016, pemerintah Burkina Faso kemudian mengusulkan agar peringatan tahunan ditetapkan secara resmi.
Usulan tersebut diterima, dan pada 20 Desember 2018, Majelis Umum PBB menetapkan 10 Februari sebagai Hari Kacang-Kacangan Sedunia melalui resolusi A/RES/73/251.
Sejak saat itu, peringatan ini menjadi agenda rutin global untuk mengangkat peran kacang-kacangan dalam sistem pangan dunia.
Tujuan dan Makna Peringatan
Hari Kacang-Kacangan Sedunia memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat kacang-kacangan bagi kesehatan, gizi, dan lingkungan.
Kacang-kacangan kaya akan protein nabati, serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh. Selain itu, tanaman kacang-kacangan juga berperan dalam menjaga kesuburan tanah karena mampu mengikat nitrogen secara alami, sehingga mendukung pertanian berkelanjutan.
Peringatan ini juga bertujuan mendukung petani kecil, memperkuat ketahanan pangan global, serta mendorong konsumsi kacang-kacangan sebagai bagian dari pola makan sehat.
Lebih jauh, Hari Kacang-Kacangan Sedunia berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kesehatan yang Baik), dan SDG 13 (Aksi Iklim).
Dengan adanya Hari Kacang-Kacangan Sedunia, dunia diingatkan bahwa solusi atas tantangan pangan dan gizi tidak selalu bergantung pada sumber protein hewani.
Kacang-kacangan menawarkan alternatif sehat, terjangkau, dan berkelanjutan. Peringatan ini juga menjadi simbol komitmen global untuk membangun sistem pangan yang lebih adil dan ramah lingkungan.
Sejak ditetapkan oleh PBB atas usulan Burkina Faso, Hari Kacang-Kacangan Sedunia terus menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat dan memperkuat kesadaran akan pentingnya pangan nabati bagi masa depan dunia. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari