RADAR SURABAYA – Paparan mikroplastik tak hanya berasal dari lingkungan laut atau kantong belanja. Sejumlah peralatan dapur yang digunakan sehari-hari juga berpotensi menjadi sumber partikel plastik berukuran sangat kecil tersebut.
Pengamat kesehatan lingkungan menilai, risiko muncul ketika peralatan berbahan plastik terpapar suhu tinggi atau mengalami keausan akibat pemakaian jangka panjang. Kondisi tersebut dapat memicu pelepasan partikel halus yang kemudian bercampur dengan makanan.
Baca Juga: Wortel hingga Apel Paling Tercemar Mikroplastik, Sering Dikonsumsi Warga Indonesia
Peralatan masak berlapis anti lengket menjadi salah satu yang kerap disorot. Lapisan yang terkelupas atau tergores akibat penggunaan berulang dinilai berpotensi melepaskan residu mikroplastik.
Wadah penyimpanan makanan berbahan plastik juga perlu mendapat perhatian, terutama yang sering digunakan untuk memanaskan makanan. Paparan panas disebut dapat mempercepat pelepasan partikel dari permukaan wadah.
Selain itu, sendok, spatula, hingga talenan plastik berisiko serupa bila permukaannya sudah menipis atau berubah tekstur. Pemakaian tanpa penggantian dalam jangka panjang dinilai meningkatkan peluang serpihan ikut terbawa ke makanan.
Baca Juga: Sungai Kian Tercemar, Mikroplastik Fiber dari Cucian Pakaian Bisa Masuk ke Rantai Makanan
Kantong teh berbahan plastik serta sejumlah kemasan makanan tertentu juga masuk dalam daftar yang perlu diwaspadai. Meski ukurannya sangat kecil dan tidak kasatmata, paparan berulang dinilai tetap berpotensi berdampak.
Para ahli menyarankan masyarakat lebih selektif memilih bahan peralatan dapur serta rutin mengganti alat yang sudah tidak layak pakai. Langkah sederhana ini dinilai dapat membantu menekan potensi paparan mikroplastik dari lingkungan rumah. (naa/fir)
Editor : M Firman Syah