Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tradisi Potong Rambut Jelang Imlek, Salon di Surabaya Kebanjiran Pelanggan

Rahmat Sudrajat • Jumat, 6 Februari 2026 | 20:51 WIB
Salon perawatan rambut di Surabaya ramai menjelang Imlek. Banyak dari mereka untuk memperbarui potongan rambut sebagai tradisi menyambut imlek.
Salon perawatan rambut di Surabaya ramai menjelang Imlek. Banyak dari mereka untuk memperbarui potongan rambut sebagai tradisi menyambut imlek.

RADAR SURABAYA – Aroma semprotan rambut bercampur dengung mesin cukur memenuhi sejumlah salon di Surabaya. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kursi-kursi perawatan nyaris tak pernah kosong.

Tradisi potong rambut sebelum Imlek kembali menghidupkan denyut usaha salon, sekaligus menjadi ritual simbolik menyambut awal yang baru.

Bagi sebagian masyarakat Tionghoa, merapikan rambut sebelum Imlek bukan sekadar soal penampilan.

Lebih dari itu, tradisi ini dimaknai sebagai upaya “membuang” energi lama dan menyambut tahun baru dengan harapan, keberuntungan, serta kepercayaan diri yang lebih baik.

Di kawasan Mleto, Surabaya, salah satu salon terlihat jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa. Pelanggan datang silih berganti untuk memotong, menata, hingga mewarnai rambut.

Bahkan, beberapa di antaranya rela melakukan reservasi jauh-jauh hari agar tak kehabisan slot menjelang hari raya.

Simbol Awal Baru dan Percaya Diri

Kelvin, salah satu pelanggan, mengaku tradisi potong rambut menjelang Imlek telah dilakukan keluarganya secara turun-temurun.

“Potong rambut sebelum Imlek itu sudah jadi kebiasaan keluarga. Selain supaya lebih rapi, juga biar lebih percaya diri saat kumpul dengan keluarga besar,” ujarnya, Jumat (6/2).

Tahun ini, Kelvin sengaja memilih gaya rambut yang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Baginya, perubahan kecil tersebut menjadi simbol awal baru, sejalan dengan semangat Imlek yang sarat makna harapan dan pembaruan hidup.

“Rasanya seperti reset. Tahun baru, tampilan baru, harapan juga baru,” katanya sambil tersenyum.

Imlek Jadi Musim Paling Sibuk Salon

Lonjakan pelanggan menjelang Imlek juga dirasakan para pelaku usaha salon. Pemilik KenC Hair and Make Up, Kenlie Shianto, menyebut periode Imlek sebagai puncak keramaian sepanjang tahun.

“Imlek itu high season paling tinggi. Peningkatannya bisa mencapai 20 sampai 30 persen dibandingkan hari normal. Biasanya, booking sudah hampir penuh sampai H-1 dan H+1 Imlek,” ungkap Kenlie.

Menurutnya, tren potongan rambut menjelang Imlek tahun ini cenderung mengarah pada gaya yang ringan dan mudah diatur. Sementara untuk warna rambut, generasi muda kini lebih berani berekspresi.

“Kalau tren guntingan Imlek, lebih ke potongan yang simpel dan praktis. Untuk warna, terutama Gen Z, sudah tidak terlalu terikat aturan seperti dulu. Mereka lebih bebas mengekspresikan diri,” jelasnya.

 

Favorit Pria dan Perempuan

Sebagian besar pelanggan masih datang untuk memotong rambut, sesuai tradisi Imlek yang menganjurkan merapikan diri sebelum memasuki tahun baru.

Photo
Photo

Untuk pelanggan pria, potongan side part dan two block masih menjadi favorit. Sementara itu, pelanggan perempuan banyak memilih model layer dengan gaya disconnected yang dinilai praktis, ringan, namun tetap stylish.

Keramaian salon menjelang Imlek bukan hanya menggambarkan geliat ekonomi musiman, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi budaya tetap hidup dan beradaptasi dengan gaya hidup modern.

Di balik setiap helai rambut yang dipotong, terselip harapan agar tahun baru membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan perjalanan hidup yang lebih baik.(rmt)



Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#potong rambut #imlek #salon