RADAR SURABAYA – Aktivitas liburan kini tak lagi semata menikmati destinasi. Bagi banyak wisatawan, terutama Generasi Z, perjalanan juga menjadi momen produksi konten untuk media sosial dan dokumentasi pribadi. Menyikapi tren tersebut, sejumlah biro perjalanan mulai membekali, bahkan mewajibkan, pemandu wisata memiliki kemampuan fotografi dan videografi agar wisatawan pulang membawa cerita visual yang estetik.
Wisatawan muda, Tegar Syahranu, menilai perubahan ini turut memengaruhi cara generasi muda menikmati liburan. Menurutnya, aspek visual dan cara bercerita secara daring kini menjadi perhatian utama. Liburan tak lagi hanya soal bersenang-senang, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman tersebut ditampilkan dan dipersepsikan oleh publik.
“Rekaman visual punya nilai intrinsik. Setiap peserta bukan hanya pulang dengan kenangan, tapi juga materi digital berkualitas tinggi yang siap dibagikan,” kata Tegar.
Baca Juga: Menjelajahi Batu Malang Lebih Mudah dengan Hotel Murah Dekat Tempat Wisata
Melihat peluang tersebut, sejumlah destinasi dan penyelenggara tur mengembangkan paket wisata dengan pendekatan baru. Layanan yang ditawarkan tak sebatas rencana perjalanan, tetapi juga dokumentasi visual bergaya sinematik. Pendampingan dilakukan melalui fotografer dan videografer khusus, atau pemandu wisata yang memahami tren pembuatan konten di platform seperti TikTok dan Instagram.
Peran pemandu wisata pun ikut bertransformasi. Mereka dituntut menjadi pembuat konten, memahami teknik pengambilan foto dan video, hingga membaca sudut visual yang menarik. Seluruh konten umumnya diproduksi menggunakan perangkat seluler milik peserta tur, sehingga hasilnya terasa lebih personal dan relevan dengan gaya media sosial saat ini.
Baca Juga: Gili Labak Jadi Primadona Wisata Bahari di Madura
Pendekatan tersebut lahir dari pengamatan terhadap perubahan perilaku wisatawan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pola ekonomi lokal, data penggunaan jaringan seluler, sistem pembayaran, serta tren interaksi di media sosial yang dikaji melalui jajak pendapat wisatawan dan praktisi.
Di era kemanusiaan digital, kecerdasan buatan juga mulai mengambil peran sebagai asisten perencanaan perjalanan. Dengan dukungan teknologi, wisatawan dapat mengurangi beban teknis perencanaan dan lebih memusatkan perhatian pada pengalaman, sensasi, serta interaksi sosial selama perjalanan. (rra/fir)
Editor : M Firman Syah