GERD Mengintai Anak Muda, Dokter Ungkap Cara Sederhana Kurangi Risikonya
Rahmat Adhy Kurniawan• Senin, 26 Januari 2026 | 14:38 WIB
Photo
Gaya Hidup Sehat Anak Muda Terbukti Kurangi Keparahan GERD
RADAR SURABAYA — Penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda dinilai mampu mengurangi keparahan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), gangguan pencernaan kronis yang kini semakin banyak dialami generasi muda.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, mengatakan kebiasaan hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus GERD pada anak muda.
“Cara menguranginya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, rutin berolahraga, makan secara teratur, menjaga berat badan ideal, serta mengelola stres dengan baik,” ujar Prof. Rino kepada ANTARA, Senin (26/1).
Apa Itu GERD?
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan kondisi kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang. Kondisi ini dapat memicu sensasi panas di dada (heartburn), nyeri ulu hati, hingga gangguan menelan.
Menurut Prof. Rino, banyak anak muda saat ini belum menerapkan pola hidup sehat. Kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pola makan tidak teratur, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan gula menjadi pemicu utama.
“Banyak anak muda mengalami kelebihan berat badan karena jarang berolahraga, merokok aktif, dan tidak menjaga pola makan. Ini semua memperberat risiko GERD,” katanya.
Risiko Komplikasi Jika GERD Tidak Terkontrol
GERD yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius.
“GERD dapat menyebabkan peradangan saluran cerna atas, sulit menelan karena sensasi seperti ada gumpalan di tenggorokan, memicu asma atau batuk berkepanjangan, hingga menyebabkan pusing,” jelas Prof. Rino.
Selain itu, GERD juga berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang seperti peradangan kerongkongan, kanker esofagus, serta pneumonia aspirasi apabila asam lambung masuk ke saluran pernapasan.
Meski demikian, Prof. Rino menegaskan bahwa GERD bukan penyebab utama kematian langsung maupun kematian mendadak.
Stres Jadi Faktor Pemberat GERD
Pengelolaan stres yang buruk juga menjadi salah satu faktor yang dapat memperparah gejala GERD. Stres berlebihan dapat memicu produksi asam lambung dan menyebabkan keluhan semakin sering muncul.
“Stres yang tidak dikelola dengan baik bisa memperburuk GERD dan memicu keluhan lain, seperti jantung berdebar,” ujarnya.
Oleh karena itu, Prof. Rino menekankan pentingnya kesadaran anak muda untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat sejak dini guna mencegah dan mengendalikan GERD.