Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kemenangan Menyisakan Luka, Puisi Sa’diah tentang Jejak Perjalanan Hidup dan Karier

Indra Wijayanto • Jumat, 9 Januari 2026 | 12:58 WIB
KARYA: Sa’diah, memaparkan proses kreatif dan makna di balik karyanya saat sesi diskusi dan peluncuran buku di El Hotel Malang.(IST/RADAR SURABAYA)
KARYA: Sa’diah, memaparkan proses kreatif dan makna di balik karyanya saat sesi diskusi dan peluncuran buku di El Hotel Malang.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Awal tahun 2026 menjadi penanda langkah baru bagi Faradilla Anisatus Sa’diah, S.Pd.I., M.Pd.I. Di tengah kesibukannya sebagai owner Syafa Grup, perempuan yang akrab disapa Sa’diah ini merayakan awal tahun dengan sebuah capaian personal, merilis buku terbarunya berjudul "Kemenangan yang Menyisakan Luka".

Buku tersebut bukan sekadar kumpulan puisi. Di dalamnya tersimpan serpihan perasaan, luka yang perlahan sembuh, serta kemenangan kecil yang lahir dari perjalanan hidup Sa’diah selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir. Setiap bait ditulis dengan jujur, lahir dari pengalaman pribadi yang ia rajut di sela aktivitasnya yang padat.

Peluncuran buku yang digelar di El Hotel Malang, Jawa Timur, semula direncanakan pada 30 Desember 2025 sebagai penutup tahun. Namun agenda tersebut harus bergeser beberapa hari. Meski demikian, rasa syukur mewarnai terlaksananya acara pada Senin, 5 Januari 2026.

“Acara yang awalnya dijadwalkan akhir Desember terpaksa ditunda karena kesibukan. Alhamdulillah, akhirnya bisa terlaksana dengan lancar di awal tahun ini,” ungkap Sa’diah.

Puisi-puisi dalam buku ini memotret emosi yang berlapis bahagia, sedih, kehilangan, hingga kesepian yang menyatu dalam satu kesatuan rasa. Sa’diah menulis tentang kemenangan, tetapi juga tentang apa yang harus dilepaskan untuk meraihnya. Tema yang terasa dekat dan relevan bagi banyak orang.

PERJALANAN: Sa’diah, saat peluncuran buku dan deklamasi puisi di El Hotel Malang, Senin (5/1). Buku puisi ini merekam perjalanan hidup yang sarat refleksi, luka, dan kemenangan.(IST/RADAR SURABAYA)
PERJALANAN: Sa’diah, saat peluncuran buku dan deklamasi puisi di El Hotel Malang, Senin (5/1). Buku puisi ini merekam perjalanan hidup yang sarat refleksi, luka, dan kemenangan.(IST/RADAR SURABAYA)

Nuansa itu bahkan sudah terasa sejak sampul buku. Dominasi warna biru tua, dengan ilustrasi seorang perempuan yang menatap jauh ke depan di bawah langit senja, seolah menjadi cermin perjalanan batin penulisnya hening, dalam, dan penuh makna.

“Hasil perjuangan dan air mata selama kurang lebih sepuluh tahun menjadi sumber inspirasi buku ini. Ada kata-kata yang menggambarkan hancurnya hati seorang anak ketika harus berpisah dari keluarganya karena keadaan,” tutur Sa’diah.

Menariknya, proses penulisan buku ini terbilang singkat. Dalam waktu sekitar dua setengah bulan, Sa’diah berhasil merampungkan seluruh naskah. Menulis memang telah menjadi hobinya sejak lama, sehingga kumpulan kata yang tersimpan akhirnya menemukan bentuknya sebagai sebuah buku.

“Pengalaman hidup yang berwarna saya tuangkan ke dalam goresan tinta hingga akhirnya berwujud buku,” katanya.

Lebih dari sekadar menunjukkan kemampuan menulis, buku ini menjadi penanda pencapaian pribadi Sa’diah. Sebuah bukti nyata dari proses panjang yang ia lalui.

Acara peluncuran buku berlangsung hangat dan penuh emosi. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pegawai PT Indie Syafa Transforma dan PT Eco Syafa Harvest, termasuk perwakilan dari kantor pusat Surabaya serta cabang Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Malang.

Momen semakin istimewa ketika sesi Deklamasi Puisi digelar. Beberapa pegawai membacakan puisi-puisi pilihan dari buku tersebut dengan penuh penghayatan mengolah intonasi, ekspresi, gerak tubuh, hingga iringan musik yang menyentuh. Kreativitas masing-masing pembaca puisi berhasil membawa hadirin larut dalam suasana.

Tawa dan air mata silih berganti mewarnai ruangan. Tepuk tangan dan ucapan terima kasih mengalir, bukan hanya sebagai bentuk apresiasi atas buku yang diluncurkan, tetapi juga atas ruang ekspresi yang diberikan melalui panggung puisi.

Puncak haru terasa ketika Sa’diah menerima buket bunga dari perwakilan perusahaan dan para pegawai. Sebuah simbol dukungan, kebersamaan, dan penghargaan atas perjalanan panjang yang akhirnya terwujud dalam Kemenangan yang Menyisakan Luka.

“Saya berharap buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi siapa pun yang membacanya,” pungkasnya. (ind/gun)

Editor : Guntur Irianto
#malang #bahagia #pt #berita malang #karya #owner #senang #proyek #perkembangan #buku #pimpinan #terbaru #kesedihan #indie syafa transforma #berita malang hari ini #Gembira #kumpulan #Tentang #Rilis #emosi #probolinggo #perumahan #puisi