RADAR SURABAYA - Film sepak bola ikonis Indonesia, Garuda di Dadaku, resmi diadaptasi menjadi film animasi yang dijadwalkan tayang pada 2026.
Proyek ini digarap oleh BASE Entertainment bersama KAWI Animation, dengan sutradara Ronny Gani, seorang seniman efek visual yang berpengalaman di industri Hollywood.
Adaptasi ini bukan sekadar remake, melainkan menghadirkan sentuhan fantasi baru yang diharapkan mampu menarik generasi muda.
Fakta-Fakta Unik dan Menarik
1. Debut Pengisi Suara Kristo Immanuel
Komedian dan impersonator Kristo Immanuel melakukan debut sebagai pengisi suara karakter burung garuda bernama Gaga.
Selain Kristo, film ini juga menghadirkan Revalina S. Temat, Keanu Azka, dan Quinn Salman sebagai pengisi suara utama.
2. Format Animasi untuk Imajinasi Lebih Luas
Produser Shanty Harmayn menjelaskan bahwa remake ini dipilih dalam format animasi agar cerita bisa lebih imajinatif.
“Format animasi memberikan ruang imajinasi yang amat sangat luas. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang baru,” ungkap Shanty.
3. Sentuhan Fantasi Baru
Adaptasi ini menghadirkan karakter magis Garuda bernama Gaga yang menjadi teman tokoh utama.
Elemen fantasi ini menambah daya tarik bagi penonton muda sekaligus memperluas semesta cerita.
4. Melibatkan Ratusan Animator Lokal
Proyek ini melibatkan ratusan animator Indonesia. Sutradara Ronny Gani menyebut tantangan terbesar adalah minimnya pengalaman teknis di industri animasi lokal, namun proyek ini menjadi langkah besar untuk perkembangan animasi nasional.
5. Proses Produksi Panjang
Ide animasi muncul sejak 2020, namun baru digarap pada April 2022. Hingga akhir 2025, proyek ini sudah memasuki tahun ketiga produksi dan kini berada di tahap akhir.
Film animasi Garuda di Dadaku bukan sekadar remake dari film ikonis 2009, melainkan rebirth dengan sentuhan fantasi, teknologi animasi modern, dan dukungan ratusan animator lokal.
Fakta unik seperti debut Kristo Immanuel sebagai pengisi suara dan alasan pemilihan format animasi menjadikan film ini salah satu proyek paling dinantikan di 2026.
“Kami ingin menghadirkan film yang bukan hanya menghibur, tetapi juga membangkitkan semangat dan imajinasi generasi muda,” pungkas produser Shanty Harmayn. (hot/nur)
Editor : Nurista Purnamasari