RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar pelatihan teknik mewiru kain jarit dan tata cara berkebaya sesuai pakem di Gedung Wanita Candra Kencana, Jumat (5/12).
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan anggota DWP dari jajaran Perangkat Daerah (PD) serta kecamatan se-Kota Surabaya.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan pengetahuan anggota tentang cara berbusana tradisional yang elegan dan sesuai aturan.
Ketua DWP Kota Surabaya, Dameria Triana Ambuwaru, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi anggota.
“Tujuan kita mengadakan ini harapannya supaya ibu-ibu yang memimpin di masing-masing PD dan kecamatan bisa memberikan pengetahuan ini ke anggota lainnya,” ujarnya.
Dalam pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh pakar dari Himpunan Ratna Busana (HRB), organisasi yang konsisten berpenampilan kebaya dalam aktivitas sehari-hari.
Mereka diajarkan teknik melipat kain jarit sesuai pakem, memahami filosofi motif batik, serta membedakan gaya mewiru khas Surakarta dan Yogyakarta.
“Kan mewiru ini tidak sembarang orang bisa, perlu keahlian dan pengetahuan. Dengan keterampilan ini, ibu-ibu bisa menambah pendapatan sekaligus memberdayakan ekonomi keluarga,” tambah Dameria.
Selain itu, peserta juga diberi pemahaman tentang perbedaan penggunaan kain jarit untuk laki-laki dan perempuan, serta makna filosofis motif batik seperti parang dan segitiga.
Dengan bekal pengetahuan dari pelatihan ini, DWP Surabaya berharap para anggotanya dapat menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya berkain dan berkebaya di lingkungan masing-masing.
Dameria menegaskan pentingnya menularkan semangat nasionalisme kepada generasi muda melalui tradisi berpakaian.
“Semoga dengan belajar seperti ini, kami ibu-ibu terpacu untuk melestarikan budaya kita sendiri ke depannya,” pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari