Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perluas Akses Skrining Gratis untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Nofilawati Anisa • Sabtu, 15 November 2025 | 17:41 WIB

 

KONSULTASI: Kanker payudara terus menjadi persoalan kesehatan yang serius bagi perempuan Indonesia, untuk itu dibutuhkan edukasi.
KONSULTASI: Kanker payudara terus menjadi persoalan kesehatan yang serius bagi perempuan Indonesia, untuk itu dibutuhkan edukasi.

RADAR SURABAYA – Kanker payudara terus menjadi persoalan kesehatan yang serius bagi perempuan Indonesia.

Menurut data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022, Indonesia mencatat sekitar 408.661 kasus kanker baru.

Dimana 16,2 persen atau 66.271 kasus merupakan kanker payudara.

Dari total 242.988 kematian akibat kanker, sekitar 9,3 persen atau 22.598 kematian disebabkan oleh kanker payudara.

Secara global, setiap tahun ada 2,3 juta kasus baru, atau sekitar 11,6 persen dari semua kasus kanker pada wanita.

Angka kematian mencapai 666.000 kematian, kira-kira 6,9 persen dari semua kematian kanker pada wanita.

Ironisnya, di Indonesia sekitar 70 persen kasus baru terdeteksi pada stadium 3, padahal tingkat kesembuhan bisa mencapai hampir 100 persen pada stadium awal.

Data ini menegaskan urgensi deteksi dini serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk edukasi kesehatan berkelanjutan di masyarakat.

Melihat kenyataan tersebut, Satkaara melalui program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk Satkaara Berbagi mengambil peran aktif untuk berkontribusi pada isu kesehatan perempuan.

Kolaborasi dengan Selangkah (Semangat Lawan Kanker) menjadi langkah konkret untuk menjembatani dunia komunikasi, pendidikan, dan kesehatan, agar pesan deteksi dini benar-benar sampai pada masyarakat luas.

Senior Advisor Satkaara Communications, Ruth Andriani mengatakan, dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang jatuh setiap Oktober, Satkaara) berkolaborasi dengan Selangkah by Siloam International Hospitals menginisiasi program skrining kanker payudara gratis bagi perempuan Indonesia. “Khususnya para guru, insan media, dan keluarganya,” ungkap Ruth, Jumat (14/11).

Inisiatif tersebut merupakan bentuk kepedulian Satkaara terhadap dua mitra utamanya yakni tenaga pendidik dan media, yang selama ini merupakan garda depan dalam membangun kesadaran publik.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan edukasi kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kanker payudara serta memperluas akses skrining bagi masyarakat,” sambungnya.

Rith menjelaskan, perubahan perilaku dimulai dari mereka yang dipercaya publik.

Guru dan jurnalis memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran masyarakat.

“Melalui mereka, pesan tentang pentingnya deteksi dini bisa menjangkau lebih banyak orang dengan cara yang lebih personal dan relevan. Kami ingin mereka menjadi bagian langsung dari gerakan edukasi kesehatan ini bersama keluarganya,” ujarnya.

Program Selangkah menargetkan 50.000 perempuan di seluruh Indonesia di tahun 2025 untuk mendapatkan akses skrining kanker payudara gratis.

Dari 41 jaringan Siloam International Hospitals, terdapat 35 rumah sakit (RS) tersebar di 18 provinsi dan 25 kota/kabupaten yang saat ini menjalankan program Selangkah melalui pemeriksaan USG dan mammografi.

Hingga November 2025, sebanyak lebih dari 50.000 perempuan telah mengikuti pemeriksaan, dengan temuan hampir mencapai 1 persen peserta menunjukkan indikasi keganasan (kategori BI-RADS 4–5) dan disarankan untuk pemeriksaan lanjutan.

Kolaborasi Satkaara dengan Selangkah tidak hanya menyentuh perempuan yang tersebar di 18 provinsi di seluruh Indonesia, namun juga tenaga pendidik asal Timor Leste.

“Mereka yang di Timor Leste dapat mengakses program Selangkah melalui Siloam Hospitals terdekat di Kota Kupang,” ungkapnya.

Pendaftaran program Selangkah khusus dari hasil kolaborasi ini sudah dibuka sejak 24 Oktober 2025 dan masih akan berlanjut hingga tahun 2026.

Adapun jumlah peserta per 7 November 2025 telah mencapai 300 orang dan masih terus bertambah.

Capaian ini menunjukkan bahwa inisiatif skrining gratis tidak hanya berdampak pada deteksi medis, tetapi juga pada peningkatan kesadaran kolektif.

Di sinilah peran pendidikan dan komunikasi publik menjadi penting untuk menjembatani hasil klinis dengan perubahan perilaku di masyarakat.

“Mari kita ubah stigma menjadi pemahaman, takut menjadi keberanian, dan diam menjadi aksi nyata. Karena setiap langkah menuju deteksi dini adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh harapan,” tambah Ruth. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kanker payudara #Skrining Gratis #rs siloam #kematian #deteksi dini #Globocan 2022 #Radar Surabaya