Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini 5 Penyakit pada Anak yang Harus Diwaspadai Saat Musim Hujan

Nurista Purnamasari • Sabtu, 15 November 2025 | 17:27 WIB

 

Ilustrasi anak sakit.
Ilustrasi anak sakit.

RADAR SURABAYA - Musim hujan sering kali membawa dampak terhadap kesehatan anak-anak. Kondisi lingkungan yang lembap, genangan air, serta penurunan daya tahan tubuh membuat anak lebih rentan terserang berbagai penyakit.

Para orang tua perlu waspadai penyakit yang kerap muncul di musim hujan agar dapat melakukan pencegahan sejak dini.

Beberapa penelitian dan laporan kesehatan menegaskan bahwa musim hujan meningkatkan risiko penyakit pada anak-anak, diantara penyebabnya adalah:

- Sistem imun anak belum matang sehingga lebih mudah terserang flu, batuk, dan infeksi saluran pernapasan.

- Lingkungan lembap menjadi tempat ideal bagi virus dan bakteri bertahan hidup lebih lama, sehingga penularan lebih cepat terjadi.

-Sanitasi yang buruk dan genangan air meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, penyakit kulit, leptospirosis, dan demam berdarah.

- Perubahan pola makan dan aktivitas saat cuaca dingin juga memengaruhi daya tahan tubuh anak, membuat mereka lebih rentan sakit.

Penyakit yang Sering Muncul di Musim Hujan

Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai pada anak saat musim hujan antara lain:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Cuaca dingin dan lembap memicu batuk, pilek, hingga radang tenggorokan. ISPA menjadi salah satu penyakit paling umum menyerang anak di musim hujan.

Baca Juga: Kreasi Nasi Goreng Rawon, Perpaduan Rasa Jawa Timur yang Semakin Dicari di Surabaya

2. Influenza
Virus flu mudah menular di lingkungan sekolah atau tempat umum. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, dan badan lemas.

3. Diare
Genangan air dan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan minuman, sehingga anak rentan mengalami diare.

4. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terkena DBD yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri otot, dan bintik merah di kulit.

5. Tifus
Penyakit ini muncul akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Gejalanya berupa demam berkepanjangan, sakit perut, dan lemas.

Musim hujan membawa risiko kesehatan yang lebih tinggi bagi anak-anak. Penyakit seperti ISPA, influenza, diare, DBD, dan tifus perlu diwaspadai.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air, serta memperkuat daya tahan tubuh anak melalui pola makan sehat.

Dengan kewaspadaan dan tindakan cepat, anak-anak dapat tetap sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya di musim hujan. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#musim hujan #daya tahan tubuh #diare #penyakit #influenza #kesehatan #dbd #anak-anak