Surabaya – Dokter spesialis anak, dr. Rizky Amrullah Nasution, mengingatkan para orangtua untuk tidak panik dan menghindari tindakan berbahaya ketika anak mengalami kejang. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Health Talk Pediatric Emergency di Brawijaya Hospital Taman Mini, Selasa (28/10).
Dr. Rizky menegaskan, kebiasaan memasukkan sendok atau benda keras ke dalam mulut anak saat kejang merupakan tindakan keliru yang dapat menimbulkan cedera serius.
“Anak yang kejang tidak boleh dimasukkan sendok ke dalam mulut atau jari orangtuanya. Bahkan dipijat-pijat atau ditepuk-tepuk juga sebaiknya jangan,” ujarnya.
Menurutnya, kesalahan tersebut masih sering dilakukan karena sebagian orangtua percaya bahwa tindakan itu dapat mencegah anak menggigit lidah. Padahal, anggapan tersebut salah besar. Benda keras yang dimasukkan ke mulut anak justru dapat menyebabkan luka pada rongga mulut, patah gigi, tersedak, bahkan sumbatan jalan napas yang berpotensi mengancam jiwa.
“Selain sendok, memasukkan jari orangtua juga berisiko melukai tangan dan membuatnya tertelan,” tambah dr. Rizky.
Ia menyarankan agar anak dibiarkan dalam posisi aman dan dijauhkan dari benda keras di sekitarnya. Orangtua juga diminta mencatat durasi kejang sebagai bahan observasi bagi dokter. Jika kejang berlangsung mendekati tiga menit dan belum berhenti, anak harus segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat.
Dr. Rizky menegaskan bahwa kejang yang berlangsung lama dapat menyebabkan kematian sel otak yang tidak dapat diperbaiki dan berdampak pada tumbuh kembang anak. “Sebaiknya jangan masukkan benda apa pun ke dalam mulut anak saat kejang. Observasi saja sambil panggil bantuan sesegera mungkin,” tutupnya. (ray/fir)
Editor : M Firman Syah