Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengapa Saat Demam Mimpi Jadi Mengerikan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Muhammad Firman Syah • Senin, 3 November 2025 | 02:15 WIB
Seorang perempuan sedang beristirahat karena demam.
Seorang perempuan sedang beristirahat karena demam.

Surabaya – Pernah terbangun karena mimpi buruk ketika sedang demam? Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah. Saat suhu tubuh meningkat, aktivitas otak dan pola tidur ikut berubah, memunculkan mimpi yang terasa aneh, intens, bahkan menakutkan.

Dikutip dari Times of India, kondisi tubuh yang tidak fit dapat memengaruhi sistem internal, termasuk otak dan suhu tubuh. Perubahan tersebut mengganggu kualitas tidur serta membuat otak memproses emosi secara berbeda, terutama ketika seseorang memasuki fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu tahap di mana mimpi paling sering terjadi.

Pakar neurologi Beth Malow menjelaskan bahwa ketika demam, tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu selama fase tidur REM.

“Suhu tubuh selama tidur REM tidak bisa dikendalikan. Saat demam, kondisi ini membuat tubuh tidak nyaman dan membuat mimpi terasa lebih intens,” ujar Malow dikutip dari Health.

Fenomena ini dikenal sebagai fever dream, yaitu mimpi yang terasa sangat nyata, tidak biasa, dan sering disertai perasaan cemas atau terancam. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di PubMed Central, sebanyak 94 persen partisipan mengaku mengalami mimpi berintensitas tinggi dan cenderung negatif ketika mengalami demam.

Secara medis, hal tersebut terjadi akibat peningkatan suhu tubuh yang memicu aktivitas otak berlebihan selama tidur. Otak kemudian memproses ingatan dan emosi dengan cara yang tidak normal, menciptakan pengalaman mimpi yang lebih hidup dan emosional. Ketidakseimbangan suhu juga dapat memunculkan sensasi halusinatif singkat yang memperburuk intensitas mimpi buruk.

Psikolog klinis Dr. Michael Breus menegaskan bahwa kondisi fisik memiliki pengaruh besar terhadap isi mimpi seseorang.

“Mimpi memang lahir dari aktivitas otak yang sangat dipengaruhi oleh kondisi mental, tetapi kesehatan fisik juga memegang peranan hingga 30 persen,” ujarnya.

Selain demam, penggunaan obat-obatan tertentu seperti antibiotik, antihistamin, dan obat tekanan darah juga diketahui dapat mengganggu siklus tidur dan memicu mimpi buruk.

Untuk menguranginya, para ahli menyarankan menjaga suhu ruangan tetap sejuk, menghindari stres sebelum tidur dan beristirahat dengan cukup agar sistem saraf serta tubuh dapat memulihkan diri secara alami. (wid/fir)

Editor : M Firman Syah
#Mimpi #tidur REM #demam #aktivitas otak #suhu tubuh