Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kanker Payudara Juga Bisa Menyerang Pria, Dokter Ungkap Faktor Risiko dan Cara Penanganannya

Muhammad Firman Syah • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:40 WIB
Dokter Feyona Heliani Subrata menjelaskan pentingnya kewaspadaan terhadap kanker payudara pada pria.
Dokter Feyona Heliani Subrata menjelaskan pentingnya kewaspadaan terhadap kanker payudara pada pria.

Jakarta — Selama ini kanker payudara dikenal sebagai penyakit yang identik dengan perempuan. Namun, pria ternyata juga berisiko mengalami kondisi serupa, meski kasusnya jauh lebih jarang terjadi.

Dokter Spesialis Bedah Umum Eka Hospital Depok, Feyona Heliani Subrata, menjelaskan bahwa meskipun jumlah kasus kanker payudara pada laki-laki tidak sebanyak pada perempuan, kemungkinan terjadinya tetap ada.

“Di Indonesia, persentasenya sekitar 5–7 persen dari seluruh kasus kanker payudara,” ujar Feyona dalam temu media yang digelar Eka Hospital di Jakarta, Selasa (28/10).

Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah menangani dua pasien pria yang menderita kanker payudara, dan keduanya masih menjalani pengobatan.

“Usianya sekitar 40–50 tahun, saat ini masih menjalani pengobatan,” katanya.

Menurut Feyona, kanker payudara dapat tumbuh pada siapa pun yang memiliki kelenjar payudara, termasuk pria. Meskipun ukuran dan struktur payudara pria berbeda dengan perempuan, potensi pertumbuhan sel kanker tetap ada.

“Yang artinya, tetap berpotensi tumbuh kanker,” ujarnya.

Lebih lanjut, Feyona memaparkan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria. Di antaranya konsumsi obat hormonal seperti steroid, paparan radiasi, serta penggunaan obat peningkat massa otot yang sering digunakan saat berolahraga.

“Ada korelasi antara pria yang rutin ngegym sambil mengonsumsi obat-obatan hormonal dan risiko terkena kanker payudara,” jelasnya.

Feyona menambahkan bahwa deteksi kanker payudara pada pria sering kali terlambat karena gejalanya tidak disadari. Banyak pasien mengira benjolan di dada hanyalah akibat benturan atau nyeri otot biasa.

“Banyak yang mengira hanya benjolan biasa karena terbentur atau nyeri otot. Padahal, itu bisa tanda awal kanker payudara,” tutur Feyona.

Benjolan tersebut biasanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya, tetapi dapat menyebabkan nyeri seiring waktu akibat peregangan kulit di sekitarnya.

Terkait pengobatan, Feyona menegaskan bahwa prosedur medis untuk pasien pria sama dengan perempuan.

“Kankernya harus diangkat melalui operasi. Kalau hasil patologinya menunjukkan jenis ganas, pasien harus melanjutkan ke terapi lanjutan seperti kemoterapi atau radioterapi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tingkat bahaya kanker payudara pada pria dan perempuan tidak berbeda. Risiko dan tingkat keganasannya sama, tergantung pada stadium serta jenis sel kanker yang berkembang. (gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#kanker payudara #steroid #pria #Masa otot #radiasi