Surabaya – Di balik cita rasanya yang gurih, sumsum tulang sapi menyimpan berbagai manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Hidangan yang kerap diolah menjadi sup atau kaldu ini mengandung beragam nutrisi seperti kolagen, glukosamin, dan asam linoleat terkonjugasi (CLA), yang berperan besar dalam menjaga kekuatan tulang, sendi dan sistem kekebalan tubuh.
Sumsum tulang merupakan jaringan lunak yang terletak di bagian tengah tulang. Kandungan nutrisinya membantu menjaga sendi, mengurangi peradangan, sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh. Berikut sejumlah khasiat utama dari konsumsi sumsum tulang sapi secara bijak
Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi
Kolagen dan glukosamin dalam sumsum tulang membantu memperkuat sendi serta mencegah osteoarthritis. Nutrisi ini juga menjaga elastisitas tulang rawan dan mengurangi nyeri sendi akibat penuaan atau aktivitas berat.
Menghambat Penuaan Kulit
Kandungan kolagen turut berperan dalam menjaga elastisitas kulit dan mencegah munculnya keriput. Studi menunjukkan, asupan kolagen secara rutin dapat membuat kulit lebih lembap, kencang dan tampak awet muda.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Kandungan CLA dan vitamin A di dalam sumsum tulang mampu memperkuat sistem imun dan melindungi tubuh dari infeksi. Selain itu, senyawa alkilgliserol (AKG) membantu meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan penting dalam pertahanan tubuh.
Menunjang Metabolisme dan Energi Tubuh
Vitamin B12 pada sumsum tulang berperan dalam pembentukan energi dan produksi sel darah merah. Nutrisi ini juga mendukung fungsi otak dan sistem saraf agar tetap optimal.
Mengurangi Risiko Diabetes
Hormon adiponektin dalam sumsum tulang membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kestabilan kadar gula darah. Meski demikian, konsumsi tetap perlu dibatasi mengingat kadar lemaknya cukup tinggi.
Mempercepat Penyembuhan Luka
Sifat anti-inflamasi serta kandungan kolagen yang tinggi membantu mempercepat regenerasi jaringan dan proses penyembuhan luka.
Ahli gizi mengingatkan bahwa meskipun sumsum tulang memiliki banyak manfaat, konsumsinya harus dalam batas wajar. Kandungan lemak jenuhnya yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, proses pengolahan perlu dilakukan hingga benar-benar matang untuk mencegah risiko kontaminasi bakteri maupun logam berat. (wid/fir)
Editor : M Firman Syah