Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal OCD, Antara Perfeksionisme dan Gangguan Kecemasan yang Mengikat

Muhammad Firman Syah • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:49 WIB
Cuci tangan berlebihan menjadi salah satu bentuk OCD.
Cuci tangan berlebihan menjadi salah satu bentuk OCD.

Radar Surabaya — Obsessive Compulsive Disorder (OCD) kerap disalahartikan sebagai sekadar kebiasaan mencintai kebersihan atau kesenangan menata barang. Namun, menurut psikolog Frisca Priscilia Boentario, OCD sejatinya merupakan gangguan mental serius yang ditandai oleh munculnya pikiran berulang yang tidak diinginkan dan menimbulkan kecemasan mendalam, sehingga penderitanya terdorong melakukan tindakan berulang untuk meredakannya.

Perilaku seperti mencuci tangan berkali-kali, memeriksa kunci pintu terus-menerus, atau menata barang dengan pola tertentu bukan dilakukan karena keinginan pribadi. Justru, tindakan tersebut sering kali terasa melelahkan dan menimbulkan tekanan psikologis.

Banyak penderita menyadari perilaku mereka berlebihan, tetapi tidak mampu menghentikannya karena rasa takut dan cemas yang terus menghantui.

Penyebab pasti OCD belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga gangguan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, lingkungan, serta pola pikir yang terbentuk sejak masa kanak-kanak.

OCD umumnya muncul pada usia remaja atau awal dewasa, dan sering kali dipicu oleh perubahan besar dalam hidup seperti pekerjaan baru, kelahiran anak, atau peningkatan tanggung jawab yang menimbulkan kecemasan.

Beberapa faktor yang diyakini berperan dalam munculnya OCD antara lain riwayat keluarga, gangguan pada otak, pengalaman hidup traumatis, kepribadian tertentu, pengaruh lingkungan, serta kondisi kesehatan mental lain yang menyertainya.

Dalam dunia psikologi, OCD dikategorikan ke dalam lima tipe utama. Cleaner, yaitu tipe yang terobsesi pada kebersihan karena takut kotor; Checker, yang terus memeriksa sesuatu berulang kali untuk memastikan keamanan, Organizer, yang terobsesi pada kerapian dan keteraturan, Obsessive thinking, ditandai dengan pikiran mengganggu yang sulit dikendalikan, serta Hoarder, yaitu individu yang gemar menimbun barang tak berguna karena takut kehilangan.

OCD bukan sekadar sifat perfeksionis atau kebiasaan menjaga kebersihan, melainkan gangguan kesehatan mental yang memerlukan penanganan profesional. Pengobatan dapat dilakukan melalui psikoterapi, pemberian obat-obatan, atau kombinasi keduanya tergantung tingkat keparahan dan kebutuhan penderita.

Dengan memahami faktor penyebab dan dampaknya, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap pentingnya dukungan sosial dan akses terhadap layanan kesehatan mental. Dukungan yang tepat dapat membantu penderita OCD menjalani hidup yang lebih tenang, sehat, dan produktif. (bil/fir)

Editor : M Firman Syah
#Kecemasan berlebih #ocd #pikiran #gangguan kecemasan #perfeksionis