Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nafsu Makan Lansia Menurun, Waspadai Dampaknya terhadap Kesehatan

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:07 WIB
Gangguan makan pada lansia perlu penanganan sejak dini untuk menjaga kesehatan.
Gangguan makan pada lansia perlu penanganan sejak dini untuk menjaga kesehatan.

Radar Surabaya - Banyak lanjut usia (lansia) mengeluhkan penurunan nafsu makan seiring bertambahnya usia. Kondisi ini tidak dapat dianggap sepele, sebab kekurangan asupan makanan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Secara fisiologis, proses penuaan memengaruhi fungsi indra pengecap dan penciuman, sehingga makanan terasa kurang menarik. Selain itu, berbagai masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, penyakit kronis, dan efek samping obat-obatan turut memicu hilangnya selera makan.

Para dokter dan ahli gizi menegaskan bahwa menurunnya nafsu makan pada lansia perlu mendapatkan perhatian khusus. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan malnutrisi, penurunan berat badan drastis, hingga melemahnya daya tahan tubuh.

Kelompok usia lanjut termasuk yang paling rentan terhadap kekurangan gizi. Karena itu, keluarga diimbau lebih peka terhadap perubahan pola makan lansia dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis bila gejala tersebut berlanjut.

Berbagai faktor dapat menjadi penyebab hal itu terjadi, antara lain.

1. Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut

Masalah gigi dan mulut menjadi penyebab umum lansia kehilangan selera makan. Kurangnya kebersihan mulut dapat menyebabkan penumpukan bakteri yang mengubah rasa makanan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Gigi rusak atau gusi nyeri juga membuat lansia kesulitan mengunyah dan menelan makanan. Untuk mencegahnya, disarankan menjaga kebersihan mulut setiap hari dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Bila ada gangguan, makanan dapat disajikan dalam bentuk lunak agar mudah dikonsumsi.

2. Penurunan Kemampuan Indra Pengecap

Seiring usia, kemampuan lidah mengenali rasa menurun, membuat makanan terasa hambar. Kondisi ini dapat diatasi dengan penggunaan rempah alami untuk memperkaya cita rasa, tanpa menambah garam, gula, atau minyak berlebih.

Tampilan makanan juga berperan penting; variasi warna dan bentuk sajian yang menarik dapat membantu meningkatkan selera makan lansia.

3. Anoreksia Geriatri

Dalam istilah medis, hilangnya nafsu makan berkepanjangan pada lansia disebut anoreksia geriatri. Kondisi ini kerap muncul karena rasa tidak nyaman saat makan, ketidaksukaan terhadap menu, atau kebiasaan makan sendirian.

Keluarga disarankan menyiapkan hidangan sesuai selera lansia dan menemani mereka saat makan agar tercipta suasana hangat dan menyenangkan. Hindari makanan terlalu keras atau pedas agar lebih mudah dikonsumsi.

4. Masalah Kesehatan Lain

Beberapa penyakit seperti infeksi mulut, gangguan hati kronis, stroke, depresi, gagal ginjal, kanker, Alzheimer, dan demensia dapat memengaruhi pola makan. Gangguan pada sistem pencernaan, otot, atau saraf juga dapat menurunkan kemampuan tubuh menerima asupan makanan secara optimal.

Tak hanya itu, dampak serius turut mengikuti apabila kebutuhan harian lansia tak terpenuhi.

1. Malnutrisi

Kurangnya asupan gizi membuat kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan massa otot dan kepadatan tulang, serta meningkatkan risiko kematian.
Penting bagi keluarga atau pengasuh memastikan gizi lansia tetap terpenuhi melalui makanan bernutrisi tinggi yang mudah dicerna.

2. Penurunan Berat Badan Drastis

Lansia yang sulit makan cenderung mengalami penurunan berat badan signifikan. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan meningkatkan risiko cedera akibat tulang rapuh.

Menjaga berat badan ideal dapat dilakukan dengan memberikan makanan tinggi kalori sehat dan protein sesuai kemampuan makan lansia.

3. Sembelit

Asupan makanan dan cairan yang kurang dapat menyebabkan sembelit. Penelitian dalam American Family Physician menyebutkan, konstipasi umum dialami lansia dengan pola makan rendah serat dan minim konsumsi air.

Jika dibiarkan, sembelit kronis berpotensi meningkatkan risiko kanker usus. Karenanya, pastikan lansia mendapat cukup serat dari sayur, buah, serta minum air putih secara rutin.

4. Osteoporosis

Kekurangan kalsium dan vitamin D akibat pola makan buruk dapat memicu osteoporosis, yaitu kondisi tulang rapuh dan mudah patah. Gangguan ini berbahaya bagi lansia karena proses penyembuhan yang lambat dan menurunkan mobilitas.

Pola makan seimbang dan perhatian terhadap tanda-tanda penurunan nafsu makan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tulang dan kualitas hidup lansia. (dta/fir)

Editor : M Firman Syah
#penuaan #nafsu makan #anoreksia #kesehatan #lansia