Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fenomena Baru di Dunia Kerja, “Main Character Syndrome” dan Cara Mengelolanya

Muhammad Firman Syah • Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:43 WIB
Atasi rekan kerja drama, bangun kolaborasi tim sehat.
Atasi rekan kerja drama, bangun kolaborasi tim sehat.

Radar Surabaya - Fenomena Main Character Syndrome kini semakin sering muncul di lingkungan kerja. Istilah ini merujuk pada individu yang selalu merasa menjadi pusat perhatian atau tokoh utama dalam setiap situasi. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidakharmonisan dan mengganggu dinamika tim bila tidak disikapi dengan tepat.

Beberapa tanda seseorang memiliki kecenderungan ini di tempat kerja antara lain selalu berusaha mendominasi rapat atau diskusi dan ingin suaranya paling menonjol, mengklaim keberhasilan tim sebagai prestasi pribadi dan sering menciptakan “drama” agar perhatian rekan kerja terpusat padanya, misalnya dengan menempatkan diri sebagai korban atau pusat konflik.

Sikap seperti ini dapat menciptakan suasana kerja yang tidak sehat. Anggota tim lain bisa merasa tidak dihargai, dan fokus kerja bergeser dari kolaborasi menuju persaingan.

Langkah menghadapi Main Caracter Syndrom

Akui dan sadari pola perilaku

Langkah pertama adalah menyadari keberadaan pola tersebut. Bila rekan kerja menunjukkan sikap dominan atau gemar mengklaim hasil kerja orang lain, hindari reaksi emosional. Lakukan pendekatan dengan obrolan ringan dan sampaikan masukan secara halus tanpa menyinggung perasaan.

Fokus pada kolaborasi, bukan kompetisi.

Dorong budaya kerja yang menekankan kerja sama tim. Beri penghargaan pada kontribusi kolektif, bukan hanya individu. Dengan begitu, rekan yang memiliki kecenderungan ingin menjadi pusat perhatian dapat melihat nilai penting dari kerja tim yang solid.

Batasi ruang untuk drama yang tidak perlu

Tidak biarkan energi tim terkuras oleh situasi penuh drama. Jika muncul percakapan yang hanya bertujuan mencari perhatian, alihkan pembahasan ke topik yang lebih produktif dan relevan dengan pekerjaan.

Beri ruang bagi semua anggota tim untuk berbicara

Pastikan setiap orang mendapat kesempatan yang sama dalam rapat atau diskusi. Dominasi satu pihak dapat membuat anggota lain merasa tersisih dan menurunkan semangat partisipasi.

Menghadapi rekan kerja dengan Main Character Syndrome memang membutuhkan ketenangan dan strategi. Namun, dengan pendekatan yang bijak, mulai dari kesadaran diri, penegasan nilai kolaborasi, hingga menciptakan ruang kerja yang inklusif, harmoni dan produktivitas tim dapat tetap terjaga. Perubahan positif selalu bisa dimulai dari individu yang mau bersikap terbuka dan konsisten. (wfq/fir)

Editor : M Firman Syah
#drama #rekan kerja #kolaborasi #ketenangan #Main Character Syndrome